Apa yang harus kulakukan sekarang? Dulu, kukira Raka tulus karena dia benar-benar mencintaiku. Perhatian dan usahanya untuk membahagiakanku. Ciumannya, tiap kali dia menyentuh kulit tubuhku terasa dia adalah pria yang memang menginginkanku. Tapi … kenapa ucapan kakeknya sangat berbanding terbalik. Benarkah kalau Raka mendekatiku hanya sebagai obsesinya yang kehilangan ibunya. Dia ingin memperbaiki apa yang tidak bisa dilakukan papanya.Tidak, Raka tidak seperti itu. Dia berjanji padaku untuk hidup bersamaku. Dia berjanji untuk menyembuhkan sindrom ku. Aku mulai merasa kepalaku berat dengan fakta-fakta yang begitu mencengangkan. “Raka saat ini harus menjalani perawatan. Penyakitnya kambuh lagi.” “A-apa? Kambuh? Dia sakit apa?” Sejujurnya aku sesak mendengarnya sakit. “PTSD nya kambuh.

