POV Raka Adipati Pesawat mendarat di Soekarno-Hatta saat pagi buta, aroma tanah basah dan hiruk-pikuk Jakarta langsung menyambut dengan segala nostalgia yang pernah ada. Enam tahun meninggalkan Jakarta, kota ini terasa asing sekaligus familiar—gedung tinggi menjulang, kemacetan yang tak berubah. Aku dan Noval keluar gerbang imigrasi dengan menggiring koper kami. Hatiku campur aduk antara excited karena pulang ke tanah air sekaligus gelisah karena masa lalu. Di area jemputan VIP, kulihat sosok familiar. Adi Baskara, berdiri tegak di samping Mercedes hitam panjang, jasnya rapi meski usianya sudah 60-an lebih. Dia datang sendiri menjemput—hal yang tak pernah kulihat sebelumnya. Selama ini, hubungan kami dingin tanpa kehangatan sebuah keluarga. Aku mengenalnya sebagai kakek kandung setela

