Tiba-tiba Raka tersenyum nakal lebar, mata menyipit genit mengingat janji VC malam sebelumnya. "Eh, aku mau balas budi sama kamu. Aku mau nunjukkin sesuatu? Hadiah balasan ultah nih dari aku," katanya berdiri pelan, tangan besar panjang membuka satu persatu kancing kemejanya. "Mau lihat otot perut yang kubentuk khusus buat kamu?” Aku tersedak di suapan makananku terakhir, pipi langsung panas membara, jantung loncat deg-degan penasaran campur malu. "Raka! Jangan di sini, hari ultahmu kok malah m***m gini? Duduk lagi sana!" tolakku setengah tertawa gugup, tapi mata tak bisa lepas dari gerak tangannya yang membuka semua kancing kemejanya, siluet otot dadanya yang keras sertu perutnya yang memiliki otot kencang berhasil membuat wajahku merona. Dengan wajah percaya dirinya dia memamerkan otot

