BAB 24

1333 Kata

“Besok jadi jalan kan, Sayang? Apa mau nanti malem aja?" tanya Januar. “Iya jadi Kak, tapi besok aja.” Wajah Januar semakin berseri. "Yeayy, setelah sekian lama akhirnya bisa jalan juga sama kamu, Sayang.” “Minggu depan antar aku mudik, ya, Kak,” pinta Marisa. “Ke Bandung? Ketemu Mama calon mertua dong.” “Ikut ke makam papaku, yuk. Udah lama aku nggak ke sana. Kakak nggak keberatan, kan?" "Enggak dong, Sayang. Justru Kakak seneng banget.” "Aku capek, Kak. Pusing ujian lagi, ujian lagi.” Matisa mengeluh sambil menyandarkan kepala di pundak Januar. “Semangat! Sebentar lagi perjuangan itu akan berakhir.” Januar mengelus puncak kepala Marisa pelan, sambil mengendalikan kemudi mobil. “Iya, Kak.” "Temenin Kakak dulu ke suatu tempat, ya.” “Kemana, Kak?” “Nanti kamu juga tahu.” Januar

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN