Seorang pria datang dengan senyuman dan semangat di wajahnya. Ia langsung memeluk erat tubuh Marisa. “Sudah siap mengantar Tuan Putri mudik. Silahkan masuk, Tuan Putri,” ucapnya sembari membuka pintu mobil. Marisa tertawa. "Terima kasih sudah membukakan pintunya, Kak.” "O iya, alamat yang kamu kirim ke Kakak semalem ternyata jalurnya lewatin rumah nenek Kakak. Kita mampir dulu nggak pa-pa?" “Iya, hayuk.” “Nenek Kakak udah tua tapi masih aktif loh, suka ikut arisan dan nimbrung sama ibu-ibu muda.” "Wah keren dong, jadi penasaran.” Tak terasa mereka sudah sampai di tujuan karena mengobrol sepanjang jalan. Terlihat sebuah rumah megah dengan pagar hitam yang tinggi. Seseorang satpam membukakan pintu gerbang dan memberikan salam. Mendengar suara mobil Januar terparkir, seorang nenek kelu

