BAB 18

1472 Kata

Seorang pria pulang ke rumahnya dengan bibir melengkung, wajah yang berbinar penuh aura kegembiraan. Seorang wanita paruh baya menghampiri dan memeluknya dengan erat. “Widih, anak Mama kenapa pulang senyum-senyum gitu atuh? Curiga yeuh Mama.” Santy mentertawakan tingkah anaknya. “Mama kepo, deh.” Indra mencium pipi Santy. “Curiga ada yang lagi jatuh cinta eung, bener, ya?” “Mama nih, ya.” Indra manyun untuk membalas godaan Santy. “Sok naon deui si A’a senyum-senyum kayak orang kesambet gitu kalo bukan lagi kesemsem sama pilihannya Mama. Mata kamu teh nggak bisa bohong dari Mama.” Santy mencolek hidung Indra. Terlihat Gusti ikut menghampiri Indra. “Pa nih Pa, anak Papa lagi jatuh cinta.” “Mama!” Indra menatap Santy. “Jangan digodain gitu Ma, kasihan Indra. Kita cukup tahu aja anak

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN