Nisa bergegas keluar kamar karena takut kecurangannya ketahuan. Ia berpamitan kepada Marisa, berdalih ingin pergi ke kampus untuk konsul dengan dosen pembimbing asuhan kebidanannya. Salsa juga ikut keluar. Katanya sedang ada jadwal kunjungan ke rumah pasien untuk memeriksa keadaan pasien pascapersalinan. Kamar tidur mereka yang berada di lantai 3 klinik tersebut sekarang kosong. Marisa menggunakan kesempatan itu untuk menyelidiki Nisa. Ia menggeledah barang milik gadis itu tanpa membuatnya berantakan. Beruntung Nisa lupa membawa laptopnya. Benda itu yang masih berada dalam lemari. Beruntung juga laptop itu tidak diamankan dengan password. Marisa bisa membuka dan menyelidiki isi laptop tersebut. Setelah beberapa saat mengutak-atik benda itu, Marisa kaget dan susah untuk bernapas. Terlihat

