BAB 58

1400 Kata

Marisa mendekatkan bibirnya ke telinga Indra dan berbisik, “Hanya simbol ucapan terima kasih, jangan terlalu terbang melayang ya, A’a.” Indra mengedipkan matanya dengan cepat dan berkali-kali agar segera tersadar, kemudian mendekatkan bibirnya dengan telinga Marisa dan berbisik, “Lagi!” pintanya. Mendengar respons Indra yang seperti itu, Marisa kesal dan memukul kepala Indra. “Auuuuu sakit! Tadi dicium, sekarang dipukul. Salah apa sih, A’a?” “Nyebelin, ih!” “Nyebelin-nyebelin juga bikin kangen, ya kan?” “Siapa yang kangen sama A’a, ih?” Marisa memalingkan wajahnya. “Terima kasih ciuman di pipinya eh, maaf ...!” Marisa mencubit pinggang Indra. “Rasain tuh. Dah ah, aku mau pulang aja, sebel sama A’a. Permisi ya.” Indra meraih lengan Marisa. “Bunga spesial untuk wanita spesial, dan k

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN