BAB 15

1044 Kata

Indra melingkarkan lengan ke pinggang Marisa. Mereka saling bertatapan. Lovebirds Marisa berkicau kencang, ikan di kolam menciprat-cipratkan air ke daratan. Wajah gadis itu memerah. Ia kemudian berlari masuk ke dalam rumah, sementara Indra mengumpat, “Kebiasaan suka nggak ngucapin makasih, langsung ninggalin pergi aja.”  Sayang, Marisa tidak mendengar ucapan Indra. Di ruang tamu, ibu Marisa sibuk berbincang mengenang almarhum suaminya semasa hidup. Ia mengenang kebersamaan mereka berempat. Rika menawarkan kebun yang tak jauh dari rumah untuk dijual ke keluarga Wijaya. Uangnya ingin ia gunakan untuk melunasi semua biaya kuliah Marisa. Mengetahui Marisa berkuliah di kampus yang dikelola keluarganya, Gusti menolak untuk membeli kebun yang Rika tawarkan. Ia ingin membalas budi atas kebaika

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN