Marisa dan Indra saling berpandangan. Terlihat ekspresi kesal yang ditunjukkan gadis itu kepada Indra. Gadis itu memukul kepalanya dua kali dengan punggung tangan dan memukul meja dua kali dengan lengannya. Lalu ia ulang selama berkali-kali sambil berucap, “Amit-amit jangan sampe suka sama cowok aneh dengan mode PDKT kayak begitu.” Indra menjitak kepala Marisa pelan. “Jangan ngomong sembarangan lho, ya. Awas kalau beneran jatuh cinta.” “Idih, siapa yang mau jatuh cinta sama A’a?” Marisa menjulurkan lidah dan menjulingkan matanya. Indra mengangkat dagunya dan berucap, “Kurang dari satu bulan, kamu bakal jatuh cinta kok sama A’a.” Marisa tersenyum dan mendekatkan wajahnya dengan jarak satu senti sambil berucap, “Kamu paling hanya singgah, lalu tak lama terempas. Play girl kayak aku ngg

