BAB 50

1602 Kata

Entah angin apa yang membuat Marisa bersikap manis pada Indra. Gadis itu mengambilkan minum, membantu Indra duduk, dan menyuapi buah-buahan. Sampai-sampai ia lupa waktu. Ia tidak memikirkan perjalanan pulang ke Purwakarta yang akan memakan waktu lama dan mungkin saja ia akan sampai di sana larut malam. “Sudah sore, jangan memaksakan diri untuk kembali ke Purwakarta. A’a tahu kok kamu lagi mikir buat pulang ke sana.” "Tapi aku harus pulang A.” Marisa gelisah. “Kalau gitu, biar A’a antar.” "Jangan, A’a kan lagi sakit.” “A’a mohon jangan bersikeras untuk kembali ke Purwakarta. Sangat berbahaya bagi seorang gadis naik kendaraan umum ke daerah sana. A’a khawatir.” “Iya A.” “Menginaplah di sini, di kamar sebelah kamar A’a untuk beristirahat. Baru besok kamu A’a izinkan kamu kembali ke Pur

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN