Gusti sengaja memarkir mobilnya pelan di parkiran paling depan pekarangan agar suara mobil tidak terdengar dari dalam. Santy ingin mereka masuk mengendap-endap untuk mengintip Indra dan calon menantunya, Marisa. “Awas ya, Pa, kali ini ngintip nggak boleh ketahuan lagi.” “Iya, Ma.” “Buruan Pa, tapi pelan-pelan jalannya.” “Iya ih. Mama usil dan bawel banget, sih.” “Mama penasaran mereka ditinggal berdua lagi ngapain, Pa.” “Indra nggak bakalan hamilin Marisa duluan kan, Ma?" "Ya enggak lah. Biar nyosor-nyosor duluan kayak bapaknya juga nggak bakal hamilin duluan. Indra udah dewasa kali Pa, dia tahu mana yang salah dan mana yang benar.” "Ya kali aja Indra ke-enakan di rumah berduaan, terus khilaf, Ma. Udah Marisa cantik dan bodinya aduhai.” "Papa ini, ya.” “Sstttt jangan bersuara, Ma

