26

1279 Kata

Tepat pada pukul yang telah ditentukan, Biru yang terbaring lemah di atas ranjang besi beroda, didorong oleh beberapa suster untuk menjalankan operasi. Dipindahkan dari ruang rawat inapnya ke ruang yang seharusnya, yaitu Ruang Operasi. Wajahnya sudah sangat pucat pasi. Tidak ada lagi yang bisa ia lakukan saat ini selain berkedip pelan. Di dalam ruang operasi, samar-samar Biru melihat banyak orang berseragam serba putih memasangkan begitu banyak alat medis pada sekujur tubuhnya. Sampai ketika salah satu menyuntikkan sesuatu di tabung infusnya, pandangan Biru mulai memudar. Semakin kabur tiap detiknya, hingga tak lama dunia cowok itu mendadak menjadi gelap gulita. Sang Dokter mulai melakukan pembedahan. *** “Jurusan Raya Satu! Raya Satu!” Suara kondektur sesaat membuat Rasi bergegas be

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN