Tangan Kejora terjulur mengambil sebuah figura potret seorang Frans Wiguna dengan posenya di hadapan piano yang dulu sempat ia perbincangkan dengan tantenya saat pertama kali ia mendatangi rumah ini. Kejora memang tidak tahu persis apa yang terjadi di masalalu sampai ayahnya tega mengambil nyawa seseorang. Kejora juga tidak pernah bertemu dengan seseorang itu. Namun tidak tahu kenapa, saat ini, di saat dirinya memandangi potret dalam genggamannya kini... Kejora benar-benar merasa kehilangannya. Entah mau bagaimana faktanya, tetap tidak ada satu orang pun yang akan baik-baik saja setelah ditinggal oleh seseorang mereka sayangi untuk selamanya. Brak! Kejora sedang memerhatikan foto Frans, tiba-tiba ia mendengar gebrakan pintu tertutup yang membuatnya menoleh. Terlihat Bintang yang masih b

