24

1227 Kata

“Aw!” Pelan-pelan Kejora sedang mengobati luka pada jarinya yang ternyata cukup dalam juga tergoresnya. Pantas kalau tadi darahnya keluar terus dan sulit dihentikan, sampai akhirnya baru berhenti setelah dikompres sebentar pakai kapas yang sudah dibasahi dengan air hangat. Usai darahnya berhenti dan diolesi obat merah, barulah ia balut luka itu dengan plaster yang merekat erat di kulit. Sesaat Kejora memerhatikan ujung jarinya yang terluka itu. Ah, kenapa harus yang kanan! Besok kalau dipakai untuk nulis pasti sakit. Jangankan nulis, memegang pulpen saja juga sudah sakit. Gadis itu sejenak menarik napas panjang, sebelum akhirnya ia bangkit dan menaruh kotak P3K yang diambilnya kembali ke tempat semula ia menemukannya. Kemudian Saat ingin membuka pintu kamarnya, tiba-tiba Kejora mendenga

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN