20

1448 Kata

Biar semua tahu , kematian tak mengakhiri cinta. Kevan berjalan mondar-mandir di depan ruang ICU. Semalam, setelah Kian merasakan kembali rasa sakitnya, Kian tak sadarkan diri. Dan tadi pagi, Kian mengalami kejang-kejang. Dokter langsung memindahkan Kian ke ruang ICU. Kevan masih belom tenang, bahkan Helena sudah pasrah. Helana sudah siap menerima kemungkinan terburuk yang akan terjadi. Apa pun itu, asal Kian tidak merasakan sakit lagi, Helena rela. Jika boleh memilih, Helena ingin Kian sembuh. Helena ingin Kian seperti sedia kala. Tapi, inilah takdir. Tak akan pernah ada yang bisa menebak dan mengelak dalam menjalaninya. Kevan sendiri bingung, ia sendiri saja tidak bisa menenangkan hatinya, apa lagi menenangkan Helena. Dia benar-benar gila. Gila karena keadaan. "Gue harap lo udah

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN