Udara malam ini terasa lebih sejuk dari malam-malam sebelumnya. Angin juga tampak bertiup lebih kencang. Menggerakkan semua yang ada di sekitarnya, seperti dedaunan dan sampah-sampah plastik. Sepertinya malam ini akan turun hujan. Romeo melihat ke arah luar tokonya dengan tatapan datar. Membiarkan udara dingin membelai wajah tampannya yang seperti Oppa-oppa Korea itu. Selang beberapa saat kemudian, tampak sebuah kendaraan roda empat berhenti di depan market-nya. Seorang pria dengan jubah dan kopiah putih turun dari mobil itu dan langsung berjalan ke arah pintu. "Belum tutup kan, Nak?" tanya pria itu. "Belum, Pak. Masuk saja." Romeo mempersilahkan. "Toko ini, punya anak ya?" "Hmm, iya. Kebetulan market ini punya saya. Bapak mau membeli apa? Mungkin saya bisa bantu ambilkan," tawar

