16 : Honeymoon [3]

1956 Kata

* Iqbaal berjalan dengan terus tersenyum tanpa sedikitpun berniat melunturkan senyumannya, sesekali ia melirik pada gadis di sampingnya yang merupakan alasan dari lebarnya senyuman itu. Melodypun demikian, senyum manis selalu menempel di wajanya, ia sungguh merasa nyaman saat jemarinya berada dalam genggaman Iqbaal. Membuat orang-orang yang berpapasan dengan mereka mungkin merasa iri. "Mel..!" "Iya?" "Kita mau makan dimana nih?" tanya Iqbaal. "Gimana kalau disitu?" tunjuk Melody pada salah satu restoran. "Oke deh, tapi itu apaan namanya, susah bener dibaca," ucap Iqbaal menyipitkan matanya. Melody memukul kecil lengan suamunya itu. "Sstt..! Diam ah!" tegur Melody. "Ah, mereka gabakal ngerti kok apa yang gue omongin," ucap Iqbaal terkekeh. "Oh, iya juga ya," sahut Melody ikut terke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN