22 : Tak Terduga

1827 Kata

* Melody dan Salsha melangkahkan kaki memasuki rumah ini. "Kami pulang..!" seru kedua wanita ini. Embryl yang berada digendongan Salsha pun diturunkan kelantai. Gadis kecil itu segera berlari kecil ke arah Aldi. Semua yang tengah duduk di ruang tamu ini menoleh kearah mereka, semua memang sedang menunggu kedua wanita itu. "Jadi gimana?" tanya Rike tak sabar sambil berjalan mendekati Melody. Melody terlihat menghela napas lalu melirik pada Salsha. "Melody cuman lagi kena anemia sama masuk angin, Tan," sahut Salsha dengan raut wajah sedih. Sinta dan Rike hanya bisa menghembuskan napas mereka, jelas terlihat sedikit rasa kecewa disana. "Sudahlah gak apa-apa, mungkin emang belum waktunya," ucap Rike tersenyum kecil. Iqbaal beranjak dari sofa dan mendekati Melody, "Waktu apaan, Bun?"

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN