Baiknya memang bersikap manis, bukan membual dengan janji manis. Zufar yang bingung dengan tindakan Talitha segera beranjak mengikuti sang istri yang masuk ke kamar. “Ta,” panggil Zufar saat memasuki kamar dan langsung melihat keadaan Talitha yang … menangis. Zufar mengerutkan dahinya heran. Ada apa gerangan? Apa mungkin hanya masalah cilok yang dimakannya saja membuat Talitha menangis? Zufar mendekat ke arah ranjang, lantas memegang pundak Talitha yang bertumpu pada kedua lututnya. “Kamu nangis?” Talitha tak menyahut, bahkan ia terus sesenggukan, membuat Zufar semakin bingung. “Kamu ada masalah? Kamu bisa cerita sama aku,” kata Zufar lagi karena tak mendapat tanggapan apa pun. Talitha mengangkat kepalanya, seketika Zufar terkejut. Wajah sedih Talitha berubah kesal. “Kamu ngerti eng

