Bersama bukan menjadi memori kenangan, karena kita adalah pasangan bukan lawan saingan. Begitu keluar dari ruangan hotel dan berjalan menuju lorong, tiba-tiba Abizard meminta gendongan bayi yang dilihatnya. “Gendong itu, Papa!” ucapnya sembari menunjuk ke arah bayi yang sedang digendong oleh mamanya. “Itu punya orang, Abizard,” sahut Talitha. Zufar hanya menggendong dengan tangannya saja. Tidak memakai apa pun, mana mau dia. Namun, …. “Gendong itu!” katanya lagi. “Punya Abizard di kamar, diambil dulu, ya.” “Tak oweh.” “Kok tak oweh? Yang punya Abizard di kamar, yang itu punya adek.” Zufar langsung memutar badannya dan melangkah kembali ke kamar untuk mengambil gendongan milik Abizard yang terus merengek—meminta punya yang lain. Begitu masuk kamar, Talitha langsung menyambar gend

