96. Titik terang.

1574 Kata

Sebuah paper cup berisi teh kamomil yang Alaka beli dari kafetaria rumah sakit—berada dalam genggam tangan, ia melangkah penuh semangat menghampiri ruang rawat Rafael setelah keluar sekitar lima belas menit untuk mendapatkan minuman hangat tersebut. Sudah lebih dari dua jam ia berada di rumah sakit, niat hati ingin pulang, tapi Rafael selalu menahan agar tetap bertahan sebentar lagi saja—meski sebentar yang Rafael inginkan—cowok itu harap tak pernah datang. Ia bisa bosan jika hanya bersama Bobi, sementara kemunculan Alaka ampuh membuat atmosfer ruang rawatnya terlihat menyenangkan. Alaka mengetuk pintu, lantas masuk dan tak menemukan Rafael berada di ranjangnya, cewek itu beralih pada kamar mandi, meski tak ditutup rapat dan suara kran air terdengar, tapi sosok Rafael tak terlihat sama s

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN