Alaka diam memperhatikan atau sesekali mengangguk seperti banyak orang di kelas pagi ini, ia duduk di posisi paling tepi pada barisan bangku panjang nomor dua, sekitar sembilan orang berjejer di sisi Alaka. Seringkali ia memang lebih suka mengambil tempat duduk paling tepi—agar saat kelas usai Alaka bisa langsung keluar tanpa menunggu orang lain, apalagi Angelina masih belum masuk, alhasil ia lumayan canggung meski beberapa orang seringkali mengajaknya berinteraksi, mencoba mengakrabkan diri dengan cewek itu, tapi Alaka yang sepertinya sangat membatasi ruang lingkup pertemanan. Terakhir sebelum dosen pamit undur diri dari kelas pagi ini Alaka sempat mencatat materi yang ia dengar, lantas menyimpan alat tulisnya ke dalam ransel dan beranjak keluar kelas bersama gerombolan orang-orang, ia t

