"I miss you, Alaka! Aku ingin memelukmu lebih lama." Angelina frontal mendekap erat Alaka begitu sahabatnya membuka pintu kamar. "Inhaler yang kau berikan membuat napasku lebih baik, flu kemarin benar-benar mengerikan." Ia melepas pelukannya, tersenyum ceria karena berhasil sembuh setelah melewati demam dan flu, malam ini ia mengetuk pintu kamar Alaka untuk mengusaikan rindu. "Baguslah kalau kau sembuh, Angelina. Aku sendirian di kampus, besok kita bisa pergi bersama?" "Of course, i'll go with you." "Come on." Alaka melebarkan ruang pintu agar Angelina bisa masuk, gadis itu masih mengenakan kaus kaki, tapi memang kelihatannya lebih baik. "I have so much to tell you, Angelina. This is about Jasper." "Jasper?" Iris kebiruan Angelina melebar. "What happened to Jasper? Somebody hurt him or

