70. Biarlah.

1292 Kata

"MBAK RANI!!!" Alaka menghambur mendekap perempuan yang sudah menunggunya di depan gerbang kampus siang ini, tapi Rani hanya sendirian. "Ya ampun kangen banget sama lo, Mbak." "Kangen Alaka juga." Rani mendaratkan kecupannya di puncak kepala Alaka, meski tak lagi menjadi manager gadis itu, tapi silaturahmi Rani terhadap Maudy serta Alaka tetap terjalin baik. Buktinya sekarang perempuan itu ikut menjenguk Alaka, sebuah agenda rutin Maudy setiap satu semester. "Dia siapa, Alaka?" tanya Angelina yang dibuat bingung melihat pemandangan seperti itu, apalagi bahasa nan diucap Alaka tak membuatnya mengerti. Alaka melepas dekapannya pada Rani dan menoleh, "She's my older sister, Rani." "Hello, i'm Rani." Perempuan berjaket abu-abu itu mengulurkan tangannya di depan Angelina nan segera membalas

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN