Aku rasa ini sudah keterlaluan. Sekarang mas Barga sudah berani main k*******n. Sebenarnya aku bingung dengannya, apa sih yang dia inginkan dariku?. Aku melakukan itu, salah. Melakukan ini, juga salah. Aku dimatanya selalu saja salah. Sedih dan sakit sekali rasanya. Bukan hanya karena tamparannya tadi, tapi karna mas Barga tidak menghargaiku sama sekali sebagai isterinya. Apa iya gara-gara jaket, dia sampai harus menampar isterinya.Aku rasa, keputusan untuk mengalah darinya lebih dulu adalah yang terbaik. Sebenarnya aku juga bingung pada diriku sendiri. Apa sih yang aku pertahankan darinya?. Dia selalu mengabaikanku, memarahiku, menghinaku, mengkhianatiku, dan terakhir kali adalah memukulku. Jika di pikir-pikir, hanya akulah yang mencoba bertahan di rumah tangga yang tak berwarna ini.

