Tamparan (Ajeng's POV)

1250 Kata

Setelah memakai pakaian lengkap beserta hijab, aku keluar dari kamar dan berniat untuk beranjak ke dapur. Aku kira Aisyah sudah pulang, ternyata ia masih di bawah dan sedang berbincang dengan mas Barga. Entah mengapa, aku menjadi sedikit tidak perduli untuk sekarang. Aku mengabaikan mereka dan tetap berlalu ke dapur. Saat di dapur, sebenarnya aku menitikkan air mata. Mau bagaimana pun aku mengabaikan mereka, pada kenyataannya hatiku belum ikhlas dengan segala perbuatan yang mereka lakukan. Aku kembali mengingat bagaimana cara mas Barga mengabaikan saranku untuk menjatuhkan talak kepadaku. Astaga, jika mas Barga menyetujui saranku saat itu, mungkin saat ini aku sudah di rumah ibu dan membuat keluarga semakin merasa malu lagi. Tapi aku tidak tahan dengan perbuatan mereka. Aku membuat coke

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN