Jujur saja, aku gak berani untuk mengelak apa yang aku pikirkan sekarang ini. Terlalu indah untuk dipikirkan hingga membuatku salah tingkah. Mungkin ini bukan pertama kalinya aku merasa hal ini, tapi aku tak pernah sebahagia ini. Aku bingung, apakah ini mimpi atau tidak, tapi tepat di depan mataku ada mas Barga yang tertidur pulas. Jika memang ini mimpi, maka aku tidak mau bangun. Aku mau sepanjang hari memiliki mimpi yang seperti ini. Namun jika memang ini adalah kenyataan apa adanya, tolong buat aku jadi lebih tenang. Aku hanya tidak mau membuat mas Barga malu dengan sikapku yang kekanak-kanakan dan norak?. Entahlah, bagaimana menyebutnya. Sebelumnya, ketika mas Barga mengatakan kalau dia memiliki sebuah hadiah kejutan yang mau dia perlihatkan padaku, aku memintanya tidak diberikan.

