Seminggu yang lalu, baik aku ataupun mas Barga sama-sama kaget setelah mendengar ucapan pamit dari mas Adit. Mas Barga mengira dia akan menggangguku lagi setelah apa yang terjadi dia bahkan rela balik lagi ke rumah untuk memastikannya. Namun ternyata, tidak seperti yang ada di pikiran mas Barga. Sebenarnya, aku cukup sedih, tapi aku tidak bisa melakukan hal yang lebih. Tidak ada yang sempurna, termasuk hubungan mas Adit dengan Aisyah yang harus berakhir. Pun juga hampir terjadi padaku dan mas Barga waktu itu, bahkan sudah keluar kata cerai darinya. Memberikan opsi satu tahun, banyak hal yang terjadi. Banyak yang berubah, sampai aku tidak pernah berpikir bahwa itu akan benar-benar terjadi. Mas Barga berubah menjadi lebih baik. "Kita pulang dulu ya, Bu. Nanti kalau ibu mau ke rumah, tingg

