Sekitar pukul tujuh pagi Nayla sudah sampai di rumah dengan membawa bubur ayam yang sempat ia beli untuk sarapan bersama. Hatinya terasa jauh lebih lega karena hampir semalaman ia menangis sambil mengobrol dengan Dira. Beruntung hari ini adalah hari minggu jadi Nayla merasa tenang jika sahabatnya masih bisa melanjutkan tidurnya. “Adnan, kenapa tidur di sini?” gumam Nayla ketika melihat suaminya yang tertidur di sofa dengan pakaian terakhir yang ia kenakan semalam. Wanita itu pikir Adnan tidak akan pulang ke rumah dan memutuskan untuk menginap di rumah orang tuanya. “Apakah ia sengaja menungguku semalam?” Nayla sama sekali belum melihat seluruh pesan ataupun panggilan yang mampir di ponselnya sampai pagi ini, karena semalam dalam keadaan mode senyap Nayla meletakkan ponselnya di dalam ta

