26. Mencari Saksi

3432 Kata

Begitu keduanya tenang, Arka menurunkan istrinya dari pangkuan. Dia gandeng istrinya masuk kamar. Embun pikir, dia akan diperkosa seperti malam-malam biasanya oleh Arka. Namun rupanya, ketika lelaki itu selesai melepas baju istrinya, dia keluar kamar, lalu kembali dari dapur membawa air hangat sisa Embun membuatkan teh untuknya tadi. Embun berjengit ketika Arka meraih dagunya. Arka sedih berkata, “Izinkan aku bersihin luka-luka kamu, Embun.” Embun diam, membiarkan Arka membasuh luka-luka di wajahnya. Embun tidak tahu, dia belum melihat kaca. Betapa darah dari hidung dan bibirnya sudah meluber ke mana-mana. Bercampur air mata dan keringat, darah-darah segar itu terlihat semakin memilukan. Embun berdesis, terasa perih ketika luka-luka sobeknya terkena handuk hangat yang Arka basuhkan. “

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN