Untuk memastikan, Embun memutuskan untuk menghubungi Luluk. “Mbak, aku janji gak bakal bahas rumah peninggalan Ibuk. Aku juga janji gak bakal minta hak waris atas rumah Ibuk, tapi Mbak bisa janji kan kalau Mbak mau jadi saksi di sidang ceraiku?” pinta Embun. Luluk di seberang diam sejenak. “Biar aku bilang Lina dulu,” jawabnya. “Iya, Mbak,” balas Embun. Beberapa saat kemudian, Luluk menelepon. “Lina bilang setuju. Mas Hendi juga bilang setuju,” kata Luluk. “Mbak bilang Mas Hendi?” “Iya, cuman aku gak bilang alasan kamu minta cerai kenapa. Jangan terlalu jujur ya sama Mas Hendi? Takut kepikiran nanti Mas Hendi.” “Iya, Mbak. Terima kasih.” Saat Embun tengah menyiapkan makan malam, kakak laki-laki Embun menelepon. “Iya, Mas Hendi?” jawab Embun. “Kata Luluk kamu mau gugat cerai Ark

