Senyum Embun membeku. “M-Maksud Mas?” tanya Embun tergagap. Arka melengos masuk rumah, tak dia indahkan istrinya. Embun perbaiki ekspresinya. Wanita berparas teduh itu mengikuti suaminya. “Mas mau makan dulu atau mandi dulu?” tanya Embun. “Aku tidak ingin bersikap kasar padamu. Jadi tolong jangan pedulikan aku,” kata Arka. Embun mengangguk. “Iya,” jawabnya. Wanita itu pergi ke dapur, menghangatkan kembali air untuk mandi suaminya. Lalu menatakan makan malam. Arka yang selesai melepas sepatu pergi ke kamar mandi. Lama sekali. Mungkin sambil merokok. Keluar kamar mandi, dia berkata, “Aku makan di luar.” “Oh. Iya, Mas,” jawab Embun. Embun benar-benar tak ingin dipukul Arka malam ini. Bekas luka yang waktu itu saja belum hilang. Seperginya Arka, Embun makan sendirian. Dia cicipi juga

