bab 9

1677 Kata
 Christine membuka matanya karena merasa seluruh badannya pegal-pegal, ketika matanya terbuka lebar dia sadar sedang ada di dalam pelukan seseorang. Dengan pelan dia mendongak, dan melihat siapa yang memeluknya. Tampak sosok wajah tampan sedang tertidur dengan pulas. Dia tidak pernah melihat wajah suaminya sedekat ini, dengan wajah yang sangat tenang, dia selalu melihat wajah serius, datar dan dingin lelaki yang menjadi suaminya selama hampir dua minggu ini. Perlahan tangan mungilnya menyentuh pipi sang suami, menyusuri lekuk wajah tampan yang selalu datar tanpa ekspresi di depannya ini. Tanpa sadar senyum manis mengembang  di bibirnya yang pink. Entah sudah berapa lama Christine memandang wajah itu, yang jelas dia tidak bosan memandang wajah tenang Alexander saat ini.    Merasa tidurnya terganggu karena ulah Christine yang mengelus wajahnya. Akhirnya Alexander terbangun, tapi tetap menutup mata. Dia masih ingin Christine memegang dan mengelus wajahnya dengan tangan mungil nan lembut itu. Hatinya merasa nyaman hanya mendapat perlakuan lembut istrinya seperti itu. Tapi semuanya harus terhenti karena ada yang datang dan membuka pintu tanpa permisi. Membuat Alexander mengumpat keras dalam hati. " Pagi mom " sapa Christine pada sang ibu " Pagi sayang" balas Dianna ibunya " Selamat pagi, oh Chris kau dan Alexander menginap di sini?" Tanya Liliana ibu Alexander yang baru datang bersama Martino suaminya " Iya mom, kami tidur di sini, tadi malam Christine tidak mau pulang" jawab Alexander yang entah sejak kapan lelaki itu sudah terbangun " Kapan kau bangun?" tanya Christine " Barusan" jawab Alexander singkat " Kalian pulanglah, mandi, makan dan  istirahat biar kami yang berbeda di sini" suruh Martino " Baik dad"    Sebenarnya Christine menolak untuk pulang, karena tidak ingin meninggalkan sang ayah yang masih belum sadarkan diri. Tapi ibu dan kedua mertuanya memaksa agar dia pulang bersama Alexander. ***    Alexander merasa tubuhnya pegal-pegal karena semalam tidur di sofa dengan memeluk Christine. Setelah mandi ia memilih untuk merebahkan tubuhnya di atas ranjang, mumpung Christine tengah mandi. Hari bersama Christine memang melelahkan, belum lagi saat akan ada perdebatan. " Astaga tuan pemalas, kenapa kau malah tidur kita harus ke rumah sakit " ujar Christine yang baru saja keluar dari kamar mandi " Aku ingin istirahat sebentar, kau gantilah dulu " kata Alexander masih dengan mata yang tertutup    Senyum miring terpancar dari Christine dan pikiran nakalnya muncul, perlahan ia mendekati Alexander yang terlihat begitu lelah. Ia ingin sedikit mengerjai suaminya karena kemarin sudah membohongi dirinya. Sedikit balasan tidak akan menjadi masalah besar bukan, mungkin akan membuat Alexander tersiksa sedikit jika ia berhasil. " Apa kau begitu lelah sayang ?" Tanya Christine lembut tepat di telinga Alexander " Hemm " jawab lelaki itu dengan pelan karena dirinya sudah benar-benar ingin tidur sebentar saja    Merasa tak di respon Christine segera naik ke atas ranjang dan tidur di sebelah suaminya. Memainkan tangannya di wajah lelah Alexander yang tak mau membuka matanya. Karena tak kunjung mendapat respon Christine terus melancarkan aksinya, membelai wajah tampan suaminya turun ke leher dan sekarang d**a bidang yang masih di balut baju mandi. " Jangan menggodaku Chris aku lelah " kata Alexander pada akhirnya " Kenapa ? Aku kan istri mu jadi wajar jika aku melakukan ini pada suamiku " jawab Christine santai dan masih terus menggerayai Alexander    Setelah mendengar ucapan Christine Alexander kembali melanjutkan acara tidurnya tanpa memperdulikan istrinya. Sedangkan Christine merasa jengkel karena Alexander tak merespon apapun lagi. Jadi ia putuskan untuk naik ke atas perut Alexander, dan mencumbu leher sang suami. Apa dia sukses ? Tentu saja bahkan Alexander melenguh saat dirinya tak henti-hentinya mencumbu sang suami. Menciumi seluruh wajah dan leher suaminya, jangan lupakan juga tangan nakal Christine yang tak mau berhenti. " Chris, akan ku buat kau menyesal " geram Alexander, tapi sebelum ia membukanya mata Christine sudah beranjak    Mendengar itu Christine segera beranjak dan keluar dari kamar, ia bisa melihat Alexander yang masuk perangkapnya. Tawanya meledak ketika mendengar u*****n suaminya di dalam kamar. Puas mengerjai Alexander sekarang ia lapar dan ini makan, sudah lama tak memasak sejak menikah ia memutuskan untuk memasak sendiri tanpa bantuan pelayan. Beruntung mansionnya sangat lengkap dan semuanya tertata dengan begitu rapi di tempatnya, jadi meskipun pertama kali memasak di dapur barunya Christine tak perlu pusing mencari bahan dan alat. Semuanya bisa langsung di ambil tanpa harus dicari, terkecuali bumbu yang ukurannya kecil tapi setiap wadah sudah di namai. " Astaga, aku lupa jika Alexander tak suka terlalu manis untuk puding. Apa boleh buat aku harus kembali membuatnya " ujar Christine dengan meletakkan puding yang tadi ia buat Grepp    Tiba-tiba tangan kokoh melingkar sempurna di pinggangnya membuat Christine terlonjak kaget akan hal itu. Tapi kembali tenang saat mencium bau khas suaminya, ia baru sadar jika sudah hampir satu jam di dapur sejak keluar dari kamarnya tadi. Dan sekarang suaminya sudah keluar kamar, pasti sudah menyelesaikan kekesalannya tadi. " Biarkan saja pudingnya manis, jangan buat lagi nanti kau lelah " ujar Alexander lembut " Kau tak akan memakannya nanti, biar aku buat sebentar lalu tunggu beberapa menit agar jadi " kekeuh Christine    Ia sebenarnya tak tau apapun tentang Alexander, makanan kesukaan, minuman, hobi atau apapun itu. Tapi ibu mertuanya selalu memberinya tentang Alexander mulai dari yang tidak di sukai sampai paling ia suka. Dan untuk puding ibu mertuanya selalu mengatakan jika Alexander lebih suka puding yang sedikit gula, jika rasanya kemanisan maka tidak akan di makan ataupun dilirik. " Aku akan memakannya, jadi sekarang ayo kita makan saja aku sudah sangat lapar " ajak Alexander menarik istrinya ke meja makan " Awas jika kau tak memakan puding itu sampai habis, tak kan ku maafkan. Dan aku tak akan memasak lagi untuk mu " ancam Christine " Aku akan memakannya, karena ini pertama kalinya aku memakan masakan istriku " jawab Alexander mantap laku mulai menyuap nasi pada mulutnya setelah di sajikan Christine ***    Christine sudah siap untuk kembali ke rumah sakit setelah mandi dan makan. Sekarang dia sedang menunggu Alexander yang masih berbicara dengan seseorang di telpon. Christine terus memperhatikan suaminya yang tampak sangat serius. Dan seperti menutup-nutupi sesuatu darinya. Ketika Alexander berjalan menuju mobil Christine berpura-pura memainkan ponselnya, agar Alexander tidak curiga jika dia sedang mengamati lelaki itu. " Apa kau masih betah berada di dalam mobil?" tanya Alexander lalu turun meninggalkannya " Astaga dia ini" gerutu Christine sambil keluar mobil    Gadis itu tau suaminya sedang menyembunyikan sesuatu. Apa mungkin Alexander sudah tau siapa penyebab ayahnya sakit seperti ini. Pikir Christine, sambil terus berjalan. Meskipun Alexander tidak memberi tau apapun sebentar lagi dia akan tau dengan sendirinya, karena anak buahnya sedang mencari informasi tentang orang yang menelpon sang ayah hingga membuat laki-laki paruh baya itu sakit. " Chris dad mencari mu" ucap Alexander " Apa Daddy sudah sadar?" tanya Christine dengan mata berbinar " He'em" jawab Alexander dengan mengangguk    Tanpa berkata apa-apa lagi gadis cantik itu masuk ke dalam kamar inap Rian ayahnya. Senyum manisnya mengembang saat lelaki paruh baya yang sempat tak kunjung bangun itu sudah duduk dengan senyum menawannya. Christine langsung berhambur ke pelukan ayah tercintanya. Menanyakan bagaimana kabar dan apa yang sakit. Tapi sang ayah hanya tersenyum melihat putri satu-satunya yang menjadi cerewet ini. " Dad harus cepat sembuh" rengek Christine " Jika dad sembuh kau dan Alexander harus memberikan kami semua hadiah secepatnya" jawab Rian lembut " Hadiah apa yang dad inginkan, pasti aku berikan pagi pula suamiku kaya dia bisa membeli apapun!" tantang Christine dan sedikit menyombongkan suaminya membuat semua orang tertawa " Kau ini sombong sekali, apa kau lupa jika kami juga kaya?" kini giliran Martino yang berbicara " Ya tapi aku lebih kaya dari kalian, iyakan istriku?" Alexander juga ikut menyombongkan diri sambil merangkul istrinya " Baiklah kami kalah, rapi hadiah yang kami minta tidak mengeluarkan uang. Hanya saja sedikit mengeluarkan tenaga" jawab Liliana ibu Alexander " Apa?" tanya Alexander bingung " Beri kami cucu secepatnya" ujar Diana dengan tenang " Hah?" kaget Christine dan Alexander bersamaan    Jawaban tenang dari Diana lah yang sukses membuat pasangan muda itu terdiam. Memberikan cucu, melakukannya saja belum pernah, jangankan melakukan hal itu berbicara layaknya sepasang suami istri saja tidak pernah. Rangkulan Alexander di pundak Christine pun mengerat, memberikan isyarat agar istrinya menjawab dengan benar. " Aduh kami ini masih ingin menikmati masa pacaran dulu sebelum memiliki anak, apa kalian lupa jika kami menikah karena perjodohan. Jadi bersabarlah sebentar. Lagi pula aku belum puas memiliki suamiku seorang diri aku masih belum mau berbagi Alex dengan anakku nanti!" Jawab Christine sedikit manja sambil memeluk pinggang suaminya yang berbeda di sampingnya sejak tadi    Semua orang tertawa melihat sikap manja Christine pada Alexander. Dan lelaki itu hanya terdiam mendengar jawaban Christine yang membuat hati berdebar. Meskipun dia tau itu hanya kebohongan, tapi Alexander merasa senang dengan jawaban itu. ***    Tampak dua orang gadis sedang fokus dengan laptop. Sejak ayah Christine masuk rumah sakit mereka memata-matai seseorang dari jauh. Dan mengirimkan beberapa mata-mata di suatu tempat. Tak lama ada dua gadis lain yang datang. " Bagaimana apa sudah siap semua?" tanya seorang gadis dengan wajah imut " Ya semu tinggal kita jalankan saja" jawab Jade serius " Baiklah kita siap-siap untuk menyerang malam ini. Aku dan Queenzie sudah menyebar mafia yang handal" tutur Shallya sambil mengisi peluru pada pistolnya    Jade, Caroline, Queenzie dan Shallya sudah menyiapkan semua senjata yang akan mereka bawa. Dan memberi tau pada Christine jika mereka sudah menyiapkan semuanya. Hanya tinggal menunggu dirinya yang belum datang. ***    Christine sedang memeras otak untuk mencari alasan agar bisa keluar dari rumah sakit tanpa di curigai oleh Alexander. Dia sudah ada janji dengan empat temannya di suatu tempat. Dan akhirnya dia menemukan satu alasan yang mungkin berhasil. Dengan sengaja dia menjatuhkan minuman yang ia pegang. " Aduh.. yah jadi kotor. Alex aku ke toilet sebentar, sekalian mau ambil baju di mobil" pamit Christine lalu pergi tanpa menunggu jawaban Alexander    Sesampainya di parkiran Christine langsung mengendarai motor yang di kirim oleh Queenzie. Dengan menggunakan jaket hitam dan masker.    Sudah hampir satu jam Christine tak kunjung kembali ke kamar ayahnya. Membuat Alexander kesal. Lalu dia meminta anak buahnya untuk mencari keberadaan Christine. Kekesalannya semakin memuncak saat salah satu dari anak buahnya mengatakan Christine pergi menuju tempat orang yang membuat ayah gadis itu sakit. " Cari Christine bawa dia kembali tanpa ada goresan sedikitpun" amarah Alexander meluap-luap karena istrinya yang keras kepala ini    Setelah menyuruh semua anak buahnya mencari sang istri Alexander meraih ponselnya. Menghubungi temen-temennya, Meminta bantuan untuk mencari gadis nakal itu. Christine selalu saja membuat masalah ia sudah sering mengingatkan untuk tidak membuat masalah.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN