bab 17

1064 Kata
   Sejak pagi Christine merasa mual, lemas dan tidak nafsu makan, membuat Alexander cemas dengan sang istri. Istrinya menolak untuk pergi ke rumah sakit ataupun memanggil dokter. Wanita itu hanya mengatakan ingin tidur di dekatnya, dan melarang Alexander pergi jauh darinya. Dan sekarang Christine sedang bermanja-manja dengan Alexander di ruang santai, wanita cantik ini duduk di pangkuan suaminya sambil menciumi seluruh wajahnya tampan Alexander. " Biasanya kau tak suka jika aku pangku, kenapa sekarang malah terus ingin di pangkuan ku ?" tanya Alexander sambil menciumi buah Christine " Aku ingin di dekat suamiku terus, jadi jangan pergi ke kantor selama dua Minggu, oke " pinta Christine, yang sukses membuat Alexander terbelalak    Christine benar-benar membuat Alexander bingung, biasanya jika dia bermalas-malasan tidak ingin pergi ke kantor, istrinya yang cantik ini akan selalu marah dan mengomel tanpa henti. Tapi sekarang Christine sendiri yang melarangnya untuk tidak pergi ke kantor. Dengan waktu ya tidak singkat pula. ***    Alexander tengah berkeliling untuk mencari sate kelinci permintaan Christine. Sudah dua jam dia berkeliling, tapi tetap tidak kunjung menemukan penjual sate kelinci. Lagipula ini siang bolong mana mungkin penjualan sate di siang hari seperti ini. Jika ada pun itu jarang sekali ada yang buka. Dengan terpaksa Alexander pulang tanpa membawa sate kelinci, pesanan Christine. " Sayang, maafkan aku sate kelincinya tidak ada, aku sudah berkeliling untuk mencari ke seluruh kota " Alexander berbicara pelan agar sang istri tidak marah " Hah, em kalau begitu antara aku pulang ke rumah orang tuaku, SEKARANG " pinta Christine tegas    Astaga, ada apa dengan Christine sebenarnya. Dia tidak seperti biasanya, dan kenapa hanya gara-gara sate kelinci saja ia minta pulang ke rumah orang tuanya. Ini hanya masalah sepele bukan..? " Chris, aku akan mencari lagi nanti sampai dapat, tapi aku mohon jangan pergi ke rumah orang tuamu " mohon Alexander dengan cemas " Ih, Alex aku ingin minta mommy membuatkan aku sate kelinci, jika menunggu nanti malam itu sangat lama, ayo antar aku atau aku akan pergi sendiri " ucap Christine, lalu pergi meninggalkan Alexander yang masih bingung    Jadi, Christine meminta untuk pergi ke rumah orang tuanya karena ingin di buatkan sate kelinci, bukan untuk pergi darinya. Padahal tadi dia sudah berpikir yang tidak-tidak. Dengan segera dia menyusul Christine yang sudah terlebih dahulu keluar dari rumah. ***    Setelah menyantap sate kelinci Christine langsung pergi tidur. Tidak biasanya wanita cantik itu tidur setelah makan. Biasanya dia akan pergi melakukan aktivitas lain dulu baru tidur. Christine sangat berubah dan membuat Alexander bingung, dengan semua perubahan sang istri.    Merasa tidurnya Christine langsung bangun dan pergi mandi. Setelah itu dia turun ke ruang tamu, di sana sudah ada orang tuanya dan sang suami. Tapi belum duduk, Christine merasa mual saat melihat ada spaghetti di depan Alexander.    Alexander yang panik melihat istrinya mual-mual langsung ikut berlari menuju kamar mandi. Tanpa ragu dia masuk dan menepuk-nepuk pundak Christine, guna membantu agar sang istri bisa mengeluarkan yang ingin keluar dari perutnya.    Wajah cantik Christine tampak pucat sehabis muntah, tubuhnya juga lemas. Jadi Alexander menggendongnya menuju ke kamar Orang tua Christine yang merasa cemas pun memanggil dokter. Untuk memeriksa keadaan Putri tunggal mereka.    Dokter berusia sekitar 30 tahunan itu tersenyum setelah memeriksa keadaan Christine. Dan berdiri, untuk menjelaskan keadaan Christine. " Tuan dan nyonya tenang saja, juga anda tuan William's, istri anda tidak apa, dia hanya mengalami mual karena kehamilan yang masih berusia muda. Usia kandungan nyonya William's sekarang memasuki usia dua bulan. Jaga istri anda dengan baik, jangan sampai dia merasa kelelahan dan setres. Ini resep vitamin yang perlu anda beli nanti. Saya permisi dulu tuan, nyonya." selesai menjelaskan, dokter perempuan itu pamit undur diri    Orang tua Christine mengantar dokter itu ke depan, sedangkan Alexander masih diam memperhatikan sang istri. Dia masih tidak percaya jika Christine hamil anaknya saat ini. Christine yang menyadari Alexander tidak beraksi langsung menarik tangan sang suami. Agar duduk di sampingnya. " Apa aku tidak bermimpi? " gumam Alexander dengan pandangan kosong ke depan " Arghhhh " teriak kesakitan Alexander, karena pipinya di cubit dengan keras oleh Christine " Ini kenyataan sayang, kau akan menjadi Daddy " tutur Christine meyakinkan suaminya    Alexander langsung memeluk Christine erat, dan mengutamakan kebahagiaannya. Tak terasa lelaki dingin itu menitikkan air matanya dan terisak lumayan keras. " Terimakasih sayang, aku sangat bahagia " ucap Alexander, dengan sedikit isakan yang tidak bisa di tahannya " Sudah jangan menangis, apa tuan es ini sekarang berubah menjadi tuan cengeng, Geun? " bujuk Christine lembut ***    Kehamilan muda membuat Christine berkali-kali mual, gampang lelah dan mood makannya jadi buruk. Alexander jadi kalang kabut memikirkan cara untuk membujuk dan menasehati istrinya. Bahkan Alexander sempat ingin membentak Christine, jika istrinya itu sudah mulai kelewatan.    Alexander tengah menemani Christine membeli beberapa perlengkapan bayi. Akan menjadi ibu untuk pertama kalinya, membuat keduanya bersemangat untuk menyambut kehadiran anak pertama mereka. Usia kandungan Christine saat ini sudah memasuki empat bulan, jadi perutnya sedikit membesar. Tapi tidak dengan badannya yang tak ikut gendut, seperti yang di alami wanita hamil pada umumnya. Sudah hampir satu jam, berkeliling mall untuk membeli perlengkapan calon bayinya. Akhirnya Christine meminta untuk pergi ke cafe, dan memakan beberapa ice cream, dengan berbagai rasa. Juga makan siang yang cukup banyak. Sejak kehamilan wanita cantik itu memang memiliki selera makan tinggi. Bahkan seringkali makan dengan dua porsi. " Setelah ini aku ingin pergi ke rumah Shallya, aku ingin melihat si kembar " ujar Christine dengan mulut yang masih penuh " Astaga sayang, jika makan jangan bicara dulu " tegur Alexander dengan lembut " Ahhhh,, sudah. Ayo aku sudah tidak sabar ingin bertemu dengan si kembar. Mereka pasti semakin lucu dan menggemaskan " monoloknya dengan tidak sabaran    Sesampainya di rumah Joshua dan Shallya. Christine langsung masuk dan mencari kedua anak kembar yang sejak tadi ingin di temuinya. " Hallo Edward, hallo Emilly " sapa Christine bersemangat " Wah aunty Chris sudah besar ya perutnya " goda Shallya " Apa kalian sudah USG ?" tanya Joshua, yang baru keluar dari rumah kerjanya " Alexander tidak mau USG, dia bilang ingin jadi suprise nanti " jawab Christine santai " Wahh, itu lebih asyik, dulu aku juga ingin seperti Alexander. Tapi Joshua tidak mau, dia terlalu ingin tau anak-anaknya jadi kami berkali-kali melakukan USG " curhat Shallya, mengingat dirinya dan Joshua dulu berebut tentang USG atau tidak " Yaa, dia memang seperti itu. Selalu ingin tau " hardik Alexander, dengan kekehan " Ya karena tau lebih cepat itu lebih baik daripada di akhir " bela Joshua untuk dirinya sendiri    Setelah puas bermain dengan dua anak kembar Shallya dan Joshua. Christine dan Alexander pulang, sesampainya di rumah Christine langsung pergi tidur.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN