Kebahagiaan demi kebahagiaan terus datang dalam rumah tangga Alexander dan Christine. Alexander yang semakin hari semakin perhatian dengan kehamilan istrinya. Seringkali menemani Christine pergi ke rumah sakit, untuk memeriksa kandungan. Bahkan tak jarang Alexander memilih untuk tidak pergi ke kantor, demi menemani Christine untuk jalan-jalan. Mengingat usia kandungan Christine memasuki usia tujuh bulan. Alexander jadi semakin possesife dan melarang istri tercintanya, untuk melakukan beberapa hal sendiri.
Usai makan malam di restoran mewah milik Alexander, Christine memilih untuk langsung pulang. Tapi saat di parkiran ada seorang perempuan cantik yang menyapa Alexander. Seorang wanita cantik dan anggun itu langsung memeluk Alexander dengan erat dan mengucapkan rindu. Christine yang melihatnya langsung meninggalkan Alexander dan wanita cantik itu ke dalam mobilnya. Dadanya sesak melihat sang suami di pelupuk perempuan lain di depan matanya sendiri.
Sedangkan Alexander masih terpaku dengan wanita yang memeluknya dengan tiba-tiba. Wanita ini yang dulu pergi entah kemana, meninggalkannya tanpa perasaan. Wanita yang dulu sangat Alexander cinta dalam hal apapun, kini kembali dan memeluknya. Tapi kesadarannya kembali, dan segera melepaskan pelukan wanita itu dengan paksa. Wanita cantik itu tampak sangat kaget dengan yang di lakukan Alexander, matanya menatap sendu ke arah lelaki yang dulu pernah menjadi kekasihnya itu. Dan Alexander hanya menatapnya dengan dingin, membuat hati wanita cantik di depannya hancur. Pasalnya mata yang dulu selalu memberikan kenyamanan kini memberikan tatapan tajam dan dingin padanya.
" Aku harus pergi " ucap Alexander datar
" Alexander, tunggu aku ingin bicara " pinta wanita itu dengan memelas
" Maaf istriku sudah menunggu " tolak Alexander dengan tajam
Mendengar kata istri yang keluar dari mulut Alexander membuat wanita yang sempat mengisi hati Alexander itu sakit. Perlahan air matanya menetes saat melihat Alexander memasuki mobil sport putihnya, dan benar saja di sana ada seorang perempuan cantik yang menunggu Alexander. Hatinya kembali sakit ketika Alexander mencium mesra bibir mungil istrinya. Lalu menjalankan mobilnya meninggalkan parkiran dan wanita masalalunya dulu.
" Dia siapa? " tanya Christine dengan nada sedih
" Dia hanya masalalu " jawab Alexander santai
" Sepertinya dia masih menyayangimu, pasti dia masih ingin kembali padamu " gumam Christine, yang masih bisa di dengar oleh Alexander
" Aku tidak peduli apa maunya, karena sekarang aku sudah bahagia bersama wanita hamil di hadapanku. Jadi jangan bahas dia lagi, karena itu tidak penting " tutur Alexander lembut, dengan mengelus pipi chubby istrinya
" Hemm, baiklah ayo pulang aku lelah " pinta Christine, dengan nada manjanya
***
Christine tengah menunggu Alexander di sebuah cafe, di mall. Alexander berjanji akan menemuinya setelah meeting saat makan siang, tapi jam makan siang sudah hampir habis, dan Alexander masi belum datang juga. Karena lelah menunggu akhirnya Christine memutuskan untuk pergi ke kantor suaminya, dan membawa makan siang untuk dirinya dan Alexander. Ketika akan masuk ke ruang kerja suaminya, Christine merasa sangat terkejut saat melihat Alexander tengah berpelukan dengan perempuan yang sama, di malam dia dan Alexander selesai makan malam.
Dengan langkah gontai Christine memasuki kamarnya, pandangannya kosong menatap ke depan. Pikirannya kacau memikirkan apa yang tadi dia lihat di kantor Alexander. Suaminya itu tidak datang menemuinya karena tengah bersama wanita di masa laluny.
Jam menunjukkan pukul delapan malam, Alexander baru pulang dari kantor, sedangkan Christine sudah tertidur. Dia sengaja tidur lebih awal dari biasanya, untuk menghindari Alexander.
" Haii, baby bagaimana kabarmu sayang apa kau baik-baik saja, dan apa kau tidak menyusahkan mommy hari ini,? " tanya Alexander pada calon anaknya
Chuup..
Alexander mencium perut buncit istrinya cukup lama, lalu mencium kening Christine dengan lembut. Hingga akhirnya ikut pergi ke alam mimpi, bersama Christine dengan merengkuh tubuh istrinya possesife.
***
Christine terbangun dari tidurnya karena ingin buang air, ketika akan beranjak dia merasa tak tega jika harus melepas rengkuh suaminya. Akan tetapi persetan, kejadian kemarin membuatnya kembali kesal, dan langsung melepaskan pelukannya possesife Alexander. Hati merasa sangat sesak jika mengingat kejadian kemarin saat Alexander tidak menemuinya karena wanita dari masa lalunya datang kembali. Entah kenapa sejak kehamilannya dari beberapa bulan ini membuatnya menjadi gampang sekali menangis, dan emosinya tidak terkontrol. Christine cukup lama di kamar mandi, karena berendam air hangat untuk menenangkan pikirannya yang kalut. Setelah hampir setengah jam, akhirnya Christine keluar dengan perasaan yang membaik. Alexander sudah bangun sejak tadi, dia tengah duduk dengan menatap istrinya yang baru keluar dari kamar mandi. Senyumnya mengembang dengan menatap Christine yang sudah selesai mandi.
" Hai sayang, mana morning kiss ku ?" tahih Alexander, dengan nada manjanya
" Aku sudah mandi, jadi kau cuci wajahmu dulu, gosok gigi yang bersih nanti aku beri morning kiss mu " tutur Christine, yang masih sibuk dengan rambut basahnya
" Baiklah sayang aku akan segera mandi dan mengambil morning kiss ku " ujar Alexander, sebelum menghilang di balik pintu kamar mandi
Ini baru pertama kalinya Christine bersikap acuh pada Alexander. Tapi dia tidak ambil pusing karena istrinya sedang hamil, dan pastinya suasana hati yang sering kali berubah-ubah. Kadang sangat manja, menyebabkan, sudah tiba-tiba marah, dan lainnya. Tapi sikap Christine kali ini sepertinya sedikit mengganjal di pikiran Alexander.
Selesai mandi Alexander langsung menghampiri Christine yang masih asik di depan meja riasnya. Wajah cantik istrinya begitu memukau dan menghipnotis, sampai-sampai susah untuk berkedip. Padahal sudah hampir dua tahun ini merek bersama, tapi Alexander masih saja mengagumi kecantikan Christine. Dengan langkah cepat Alexander menghampiri istrinya, kemudian memeluk dengan erat dari belakang. Membuat Christine kaget akan hal tiba-tiba itu.
" Ishh, kau ini mengagetkanku saja " dumel Christine
" Mana morning kiss ku " tagih Alexander, tanpa merasa bersalah telah membuat Christine kaget
Dengan cepat Alexander membalik tubuh istrinya dan langsung mencium bibir mungil Christine, dengan rakus seperti orang yang kelaparan. Sedangkan Christine yang mendapat serangan tiba-tiba hanya membalas ciuman suaminya yang memabukkan baginya. Cukup lama bibir mereka bermagutan, hingga merasa pasokan oksigen telah habis, barulah Alexander melepas ciumannya.
" Terimakasih sayang, aku mencintaimu " ucap Alexander dengan nafas yang masih Terengah-engah karena ciuman yang baru selesai
" Hemm, aku juga mencintaimu Alexander " balas Christine lalu memeluk Alexander erat
Entah kenapa Christine merasa tidak tenang membiarkan Alexander jauh darinya. Setelah tau wanita masalalu suaminya kini kembali, dan sepertinya wanita itu masih menginginkan Alexander. Padahal lelaki itu sudah berstatus sebagai suami orang. Persetan tentang pikiran buruk yang datang di kepalanya membuat Christine terus merasa gelisah dan tidak bisa berpikir positif kali ini.
" Apakah wanita itu akan menghancurkan rumah tangga ku bersama dengan Alexander dan apa Alexander akan memilih wanita itu daripada aku yang tengah mengandung anaknya. Tapi aku percaya jika Alexander akan tetap bersama dengan ku " batin Christine dengan terus berpikir positif agar tak menimbulkan masalah pada dirinya juga Alexander