Tepat jam delapan malam Christine terbangun dam merasa kepalanya sangat pusing, mungkin itu efek karena tadi terlalu banyak menangis. Setelah dirasa kepalanya mendingan ia meraih ponselnya dan keluar dari kamar.
" Chris kau mau kemana ?" Tanya Jade
" Antar aku ke apartemen Vion sekarang sekarang " pinta Christine dengan suara serak khas orang baru bangun tidur
Tanpa ada niatan untuk bertanya lagi Jade mengantarkan Christine, kali ini ia tak bisa membantu apapun. Karena ini menyangkut hati jadi tak bisa jika ada campur tangan orang lain. Dalam perjalanan Christine hanya diam membuat Jade merasa begitu iba pada sahabatnya ini, ia tak pernah melihat Christine sampai sedih seperti ini sebelumnya.
" Terimakasih Jade " ucap Christine ketika mereka sudah sampai
" Tak perlu berterimakasih, kita kan saudara " ujar Jade tulus dengan tersenyum menguatkan
Christine segera pergi ke apartemen Vion, entah kenapa ia benar-benar ingin menyelesaikan semuanya. Tak ingin Alexander berbuat sesuatu yang membuat Vion berpikir tidak baik tentang dirinya. Jadi malam ini juga Vion harus tau meskipun nantinya ia akan kembali menangis. Saat sudah di depan pintu ia segera menekan tombol password dan segera masuk.
" Hei sayang kau disini ?" Tanya Vion terkejut dengan kedatangan kekasihnya yang tiba-tiba
Grepp
Tanpa menjawab Christine langsung memeluk tubuh lelaki di depannya dengan begitu erat dan kembali menangis. Membuat Vion bingung karena selama ini tak pernah melihat Christine menangis.
" Ada apa Chris " tanya Vion lembut
" Aku aku di jodohkan hiks hiks " jawab Christine dengan isakan yang terdengar semakin keras
Vion hanya bisa menghembuskan nafas mendengar jawaban dari kekasihnya, mungkin ini jawaban dari kegelisahan yang ia rasakan beberapa hari ini. Dan ia sudah siap untuk itu karena sejak awal ia sudah menduga jika hubungannya dengan Christine tak akan langgeng hingga pernikahan, mengingat wanita yang di cintainya adalah tuan putri Dewari yang begitu dijaga. Pasti semuanya sudah di rencanakan sejak dulu, dan orang tua Christine tak salah dengan itu karena ingin memberikan yang terbaik untuk putrinya.
" Apa kau kesini untuk meminta putus ?" Tanya Vion dengan lembut
" Aku tak ingin berpisah dengan mu, bawa aku pergi hiks hiks " pinta Christine masih dengan isakan
" Kita harus berpisah Chris, kau tau aku juga sangat mencintai mu tapi aku sadar sejak awal tak akan selamanya bersamamu. Aku mengerti ini Chris, dan kau tak akan bisa membantah orang tuamu, jadi akan lebih baik jika kita mengakhiri semuanya. Kau mengerti maksud ku ?" Inilah sikap dewasa dari Vion yang membuat Christine tak mau berpisah
Laki-laki itu selalu berpikir positif dalam beberapa hal, dan selalu berlapang d**a jika itu akan merugikan dirinya. Sangat berbeda dari lelaki kebanyakan di luar sana.
" ayo ku antar pulang bini sudah malam, saat sampai kau harus langsung tidur karena besok aku akan mengajakmu jalan-jalan. Ya bisa dibilang sebagai tanda perpisahan juga " tutur Vion berusaha setenang mungkin
Ia tak boleh memperlihatkan kesedihannya pada Christine, dirinya harus terlihat tegar dan menguatkan wanita yang fi cintainya itu.
***
Pagi-pagi sekali Christine sudah siap untuk pergi bersama vion. Kemeja pink dengan rok selutut berwarna hitam. Sangat cocok dan pas sekali dengan tubuhnya. Tak lama ponselnya berbunyi, dan itu dari Vion. Lelaki itu sudah ada di depan mansionnya. Dengan segera Christine langsung bergegas keluar menemui Vion.
" Waw cantik sekali" puji Vion
" Jika aku tidak cantik kamu tidak akan tertarik padaku" jawab Christine
" hahaha ya sudah ayo " ajak Vion membukakan pintu mobilnya untuk Christine
Tempat pertama yang di tuju Vion adalah taman. Sebelum sampai di taman Christine meminta Vion untuk pergi ke toko baju, dan membeli baju couple. Mereka berjalan menikmati suasana nyaman di sana. Berjalan menyusuri taman, sambil bergandengan tangan dengan canda gurau.
" Vion aku ingin ice krim ayo " rengek Christine
" Baiklah ayo"
" Mau rasa apa?" Tanya Vion
" Vanilla" jawab Christine semangat
Setiap jalan-jalan bersama vion, Christine memang tidak pernah melewatkan untuk makan ice krim. Selesai makan ice krim, mereka melanjutkan dengan jalan-jalan dengan menaiki sepeda sewa yang ada di sana. Christine memilih untuk berada di depan dan Vion duduk di belakang. Sesekali Vion mengerjai Christine, dia tidak menggoes pedal sepedanya. Membiarkan Christine sendiri yang melakukan itu, saat sadar akan hal itu Christine langsung menghentikan sepedanya. Dan menatap garang pada Vion yang Sudan tertawa keras.
Karena sudah siang Vion pun mengajak Christine pergi ke mall untuk makan siang. Mereka terus bergandengan tangan menghiraukan tatapan orang-orang yang ada di sana. Mungkin mereka iri dengan pasangan itu karena terlihat sangat manis. Vion memiliki masuk ke salah satu cafe yang ada di mall. Lalu memesan makanan untuknya dan Christine. Selang beberapa menit semua makanan yang di pesan sudah datang.
" Selamat makan" ucap Christine semangat
Christine maupun Vion memakan makanan mereka dengan lahap, hingga makanan mereka manis tak bersisa.
" Ah.. kentangnya" lenguh Christine
" Ayo lanjut, kita jalan-jalan lagi" aja Vion
" Mau ke mana?" tanya Christine yang mengikuti Vion
Vion tak menjawab dan terus berjalan, hingga mereka berhenti di sebuah toko baju. Vion mengambil setelan jins hitam dan kemeja berwarna biru. Sedangkan Christine memilih kemeja putih dengan bawahan rok hitam selutut. Kesukaan Christine pada warna hitam tidak bisa berkurang. Bahkan hampir semua pakaiannya berbau warna hitam.
Vion keluar dari ruang ganti, lalu menunggu Christine yang masih mengganti pakaiannya. Di ruang ganti untuk perempuan tentunya. Saat Christine keluar Vion terpaku melihat kekasihnya begitu cocok dengan baju yang di pilih. Saat kembali sadar Vion membawa Christine ke toko boneka.
Mata Christine langsung berbinar saat Vion menyodorkan boneka panda padanya. Gadis itu langsung memeluk Vion dan mengucap terima kasih. Christine sangat senang hari ini, itu semua karena Vion. Lelaki yang akan di tinggalkannya hari ini, karena perjodohannya dengan Alexander.
" Terima kasih Vion, Panda ini sangat lucu sepertimu" ucap Christine sambil mengarahkan boneka panda itu pada Vion
" Sama-sama, kau harus menjaga panda itu, sebagai kenang-kenangan dariku" kata Vion sambil mengacak rambut Christine lembut.
Sekarang Vion membawa Christine ke tempat game, lalu tempat bermain lainnya. Dan kencan terakhir mereka di tutup dengan nonton film romantis di bioskop. Seiring dengan film itu berakhir, waktu pacaran mereka juga berakhir. Meskipun berat, Vion maupun Christine berusaha untuk menahan air matanya. Dan menampilkan senyum masing-masing.
***
Sedangkan seorang lelaki sedang mengawasi mereka sejak pagi. Lelaki tampan ekspresi itu terus melihat yang di lakukan kekasih itu.
" Tuan muda, mobilnya sudah siap" ujar seorang lelaki berjas hitam
" Baiklah" jawab Alexander datar
Ya.. lelaki yang mengawasi Christine dan Vion adalah Alexander, lelaku yang akan menjadi suami Christine dua Minggu lagi. Alexander ingin tahu apa yang dilakukan calon istrinya. Padahal dia tidak memiliki perasaan apapun terhadap Christine, tapi mengapa hatinya ingin sekali melihat gadis itu saat bersama Vion.
***
Lusa Alexander akan ulang tahun, dan ini kali pertama lelaki dingin itu mau merayakannya, karena pesta ulang tahunnya juga dirangkap dengan acara pertunangannya bersama Christine. Jadi Alexander harus memperhatikan sendiri pestanya, itu karena sang ayah yang menyuruhnya. Mulai dari dekorasi, gaun yang dia pilihkan untuk Christine, hingga cincin pertunangan. Sebenarnya orang tuanya sudah menyuruh Alexander untuk memilih barang yang di perlukan bersama Christine, tapi pemuda itu menolak. Dia hanya memberikan bingkisan yang berisi gaun, pada Christine. Selain itu dia tidak menemui Christine lagi hingga hari ini.
" Apa semua dekorasi sudah di siapkan?" tanya Alexander pada anak buahnya
" Sudah tuan" jawab lelaki itu sambil menunduk
" Jangan sampai ada sedikitpun masala, kau tau kan aku tidak suka ada sedikitpun kesalahan" peringkat Alexander dengan wajah datarnya
" Baik tuan, saya akan melakukannya dengan baik"
Setelah mengatakan itu Alexander langsung keluar dari ruangannya. Lalu pergi menuju toko perhiasan, untuk memilih cincin pertunangan yang akan digunakannya nanti bersama Christine. Tidak butuh waktu lama untuk memilih cincin. Bagi Alexander yang penting simpel dan cocok untuknya dan Christine.
Dan akhirnya pemuda tampan itu memilih cincin berlian yang cukup simpel.
Image
Karena cincin yang di butuhkan sudah dapat Alexander langsung pergi dari toko itu, tanpa melihat perhiasan lain. Yang mungkin ingin dia beli untuk Christine.