bab 4

1073 Kata
 Acara pesta ulang tahun Alexander sekaligus acara pertunangannya dengan Christine, terbilang sangat mewah dan elegan. Dekorasi yang sangat menakjubkan, memanjakan setiap mata yang melihatnya. Tepat di tengah-tengah ada tempat untuk berdansa.    Tamu yang di undang tidaklah sedikit, banyak teman-teman dekat dan rekan bisnis Alexander. Juga beberapa awak media yang ikut datang untuk menyaksikan acara pertunangan penyanyi dan juga model cantik itu dengan seorang CEO muda yang tak lahah terkenal karena kesuksesannya di bidang bisnis. Alexander tampak sangat tampan dan berkarisma, dengan setelan jas hitam, kemeja pria disertai dari berbentuk pita yang menggantung di kera kemejanya. Tak lupa juga dengan anting-anting yang bertengger di telinga kanannya.    Begitu juga dengan Christine, gadis cantik itu berjalan dengan anggun dengan gaun putih yang di pilih oleh Alexander. Rambut hitam lurusnya di biarkan terurai, gaun yang sangat cocok untuk tubuh sexy nan mulus Christine.    Saat menyadari Christine sudah datang Alexander langsung menghampiri gadis itu, dan tanpa ragu Christine menyelipkan tangannya, pada tangan Alexandre yang menyambutnya. Semua orang yang melihat keromantisan dua insan itu langsung terpesona. Mereka tampak sangat serasi, seperti pangeran yang menjemput tuan tuan putrinya.  " Berikan senyum terbaikmu selama acara berlangsung" ucap Alexander " Tanpa aku tersenyum pun mereka akan sangat terpesona melihat kecantikan diri ku Mr. William" Jawab Christine acuh " Jangan terlalu percaya diri nona" ledek Alexander    Christine mendengus mendengar ejekan dari Alexander ia menatap Alexander dengan jengkel. Karena ia berada di sebelah kanan lelaki itu, matanya tak sengaja melihat anting yang menggangu di telinga calon tunangannya.  " Kau pakai anting ?" Tanya Christine tidak percaya " Kenapa ? Kau tak suka " bukannya menjawab Alexander malah balik bertanya " Seperti wanita dan bisa di katakan banci " ejek Christine membalas ejekan Alexander tadi " Haha bahkan banya yang mengatakan bahwa aku semakin tampan dan Maco saat menggunakan anting " elak Alexander tak mau kalah " Terserah kau saja, ayo cepat kesana aku ingin duduk " pinta Christine " Ya, kebetulan acara akan langsung dimulai " mereka pun berjalan menuju meja yang sudah di siapkan untuk keduanya    Acara pertama yang dilaksanakan adalah perayaan ulang tahun untuk Alexander, kemudian dilanjutkan dengan pertunangan. Setelah menemui anggota keluarga Alexander memilih untuk berbincang dengan teman-temannya. Sedangkan Christine sudah mulai lelah karena sejak tadi harus berjalan, dan berdiri dengan high heels yang sangat tinggi. " Wahh akhirnya kau memiliki pasangan juga setelah empat tahun sendiri" kata Justin sambil merangkul Alexander " Selamat dude, akhirnya setelah empat tahun kau memiliki pendamping juga" ucap Lucas " Hai Christine wah kau begitu cantik, bahkan lebih cantik aslinya dari pada di layar kaca" puji Joshua " Terimakasih" ucap Christine dengan senyum manisnya " Oh iya Chris perkenalkan ini Justin, Lucas dan yang memujimu ini Joshua" Alexander memperkenalkan teman-temannya " Hai aku Christine, salam kenal"     Teman-teman Alexander sangat ramah, jadi Christine tidak butuh waktu lama untuk akrab dengan mereka. Apalagi Joshua lelaki tinggi itu terus mengajaknya berbincang tanpa bosan. Sedangkan Alexander berbicara dengan Lucas dan Justin. Dua jam kemudian acara sudah selesai, semua tamu juga sudah kembali. Sekarang hanya ada Christine yang sedang duduk di salah satu bangku. Tampaknya gadis itu sangat lelah karena acaranya terlalu lama, dan itu sangat menguras tenaganya. " Chris ayo ku antar pulang" tiba-tiba saja suara Alexander terdengar dan membuat Christine terlonjak kaget " Kau ini mengagetkanku saja" omel Christine sambil memegang dadanya    Tampa memperdulikan Omelan sang tunangan Alexander langsung meninggalkan gadis itu. Berjalan keluar gedung menuju parkiran. Hingga beberapa menit Christine tak kunjung keluar, jadi Alexander kembali ke dalam untuk memanggil gadis itu. Dengan kesal dia melangkah dengan lebar. " Kenapa kau lama sekali?" Bentak Alexander saat melihat Christine " Maaf " ucap Christine lalu kembali berjalan    Alexander kaget saat melihat cara jalan Christine yang sepertinya menahan sakit. Dilihatnya kaki gadis itu, mata melebar saat melihat kaki Christine yang memar dan lecet. Perasaan bersalah pun muncul dari hati kecil Alexander Karena sudah membentak Christine. Tanpa mengeluarkan sepatah kata pun Alexander langsung mengangkat tubuh Christine. " Alexander apa yang kau lakukan, turunkan aku" teriak Christine " Kakimu sakit jadi diamlah, atau aku sendiri yang akan membuatmu diam" kata Alexander datar " Tapi aku bisa jalan sendiri, turunkan aku" pinta Christine ngotot Cup Alexander langsung mencium Christine, dan benar gadis itu langsung terdiam karena kaget akan tindakan Alexander yang tiba-tiba. Cukup lama mereka berciuman, hingga akhirnya berhenti saat meras butuh pasokan oksigen. " Jika kau bicara lagi aku akan melakukan itu lagi" ancam Alexander    Karena tidak ingin Alexander melakukan hal bodoh itu lagi, jadi Christine memilih untuk diam. Hingga mereka sampai di mansion mewahnya. Bahkan Christine masih diam saat Alexander menggendongnya lagi sampai ke dalam kamarnya. Belum sempat Christine mengatakan terimakasih lelaki itu langsung keluar. Tapi selang sepuluh menit, Alexander kembali masuk dengan membawa muk berisi air hangat dan kota P3K. Kemudian duduk di ranjang tepat di sebelah Christine, dan mengangkat kedua kaki gadis itu ke pangkuannya. Melepas heels yang Christine kenakan. " Tidak usah repot-repot, aku bisa sendiri" akhirnya Christine membuka suara karena merasa tidak enak " Diamlah" hanya satu kata itu yang keluar dari mulut Alexander Karena kejadian tadi takut terulang lagi jadi Christine memilih untuk diam, dan melihat Alexander yang mulai mengompres kakinya yang memar, lalu memasang obat pada kaki yang lecet.  " Istirahatlah, kau pasti lelah karena pesta tadi" setelah mengucapkan itu Alexander bersiap untuk pergi " Terimakasih" ucap Christine tulus, dan hanya di tanggapi dengan anggukan oleh Alexander. Entah kenapa Alexander merasa sangat bahagia saat Christine mengucapkan terimakasih. Tanpa sadar dia tersenyum, membayangkan ucapan Christine tadi. ***    Paginya Christine sudah siap untuk pergi berlatih dance bersama teman-temannya. Tanpa memperdulikan kakinya yang masih terasa sakit. Dia mulai melangkah keluar rumahnya. Sebenarnya seluruh badannya terasa sangat pegal-pegal. Tapi Karena dia tidak suka hanya berdiam diri di rumah, Christine memilih untuk mengabaikan rasa pegal itu. " Hai Chris.. aku kira kau akan istirahat, mengingat pestamu kemarin sangat melelahkan" sapa Caroline " Hahaha... Itu sangat mustahil car, apa kau lupa jika dia tidak bisa berdiam di rumah sedetikpun" peringkat Jade " Hem... Ya kau benar, aku tak suka berdiam diri di rumah. Karena itu sangat membosankan" jawab Christine malas    Ruangan dance sudah mulai ramai karena dentingan musik yang di setel sangat keras. Membuat tiga gadis cantik itu bersemangat untuk meliuk-liukkan tubuh mereka, dengan gerakan yang berbeda. Ketiganya memiliki kemampuan dance yang berbeda meskipun sama-sama pandai dalam hal dance. Sebenarnya Jade lebih hebat dalam hal menari dari dua sahabatnya itu, bahkan dia dijuluki dancing Queen. Dance yang di miliki Jade terkesan sangat powerfull dan lebih berenergi, untuk dance yang biasa Christina terkesan dengan gaya sexy dan mengundang perhatian para lelaki dengan gerakan sexy-nya juga baju yang sangat terbuka. Sedangkan Caroline penari yang sangat slow dia lebih sering melakukan dance yang santai dan lembut.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN