bab 13

1058 Kata
   Tiga mobil mewah memasuki mansion yang sangat mewah dan elit. Tiga pasangan suami istri itu masuk dengan menenteng barang yang mereka bawa. Untuk dua malaikat kecil yang telah lama di tunggu kelahirannya. Tempat yang langsung di tuju adalah kamar baby twins. Di sana sudah ada Joshua dan Shallya, yang tampak asik dengan dua malaikat kecil mereka. Kebahagiaan terpancar jelas di wajah keduanya. " Hai bagaimana keadaan mom muda ini?" tanya Christine perhatian pada Shallya " Aku sudah membaik kau tenang saja" jawab Shallya santai " Hari keponakan aunty Carry" sapa Caroline pada dia bayi mungil itu " Wah mereka lucu sekali, aku jadi ingin cepat-cepat melahirkan" ucap Jade sambil mengelus perut buncitnya " Aku ingin gendong " kata Christine dan langsung mengambil bayi laki-laki Shallya " Josh siapa nama mereka?" tanya Alexander " Edward dan Emilly" jawab Joshua dengan senyum yang terus di perlihatkan    Christine terus memandang bayi yang ada di gendongannya. Begitu juga dengan Alexander yang tampak sangat ingin menggendong bayi itu. Tapi dia takut, karena tidak pernah menyentuh bayi sekali pun. " Kau ingin menggendongnya?" tawar Christine yang sadar suaminya ingin menggendong bayi yang ada di dekapannya " Aku takut " tolak Alexander lembut " Aku akan di sampingmu, jadi cobalah" bujuk Christine, tapi Alexander tetap menolak    Cukup lama Christine menggendong Edward, hingga bayi laki-laki itu tertidur pulas di dalam pelukannya. Begitu juga dengan Emilly yang sudah terlelap dalam gendongan Queenzie. Jadi mereka menidurkan baby twins itu. ***    Lima pasangan suami istri itu tengah duduk di ruang tamu. Bercanda tawa sambil sesekali saling mengejek satu sama lain. Kebetulan orang tua Shallya sedang pergi keluar negri. Jadi mereka tidak sungkan untuk bercanda tawa dengan ria. " Oh iya, Alexander dan Christine sudah menikah satu tahun lebih kenapa belum memiliki anak?" tanya Justin, yang membuat dua orang itu memegang " Ehem aku masih belum puas memiliki istriku sendiri, jika kami memiliki anak pasti perhatian dan kasih sayang istriku akan terbagi" jawab Alexander berusaha santai " Dasar kau ini, kasihan Christine yang sudah ingin momongan " omel Lucas sambil melempar bantal yang ada di sampingnya " Aku juga belum siap berbagi Alexander dengan anakku " jawab Christine lalu memeluk suaminya posesif " Ya suamiku juga tidak mau memiliki anak terlalu cepat karena alasan yang sama seperti Alexander " celetuk Queenzie " Wah kalau begitu kita bisa menjodohkan anak-anak kita nanti" celetuk Maxie dengan semangat " Yahh ide bagus" setuju Alexander    Melihat Alexander yang tampak bersemangat untuk menjodohkan anaknya, dengan anak Queenzie. Jangankan memberikan anak pada Alexander, memberikan haknya sebagai seorang suami saja belum dia lakukan. Perasaan bersalah mulai menjalar ke seluruh tubuh Christine. ***    Sejak pulang dari Jepang Christine sering sekali melamun. Pikirannya terus menerus mengingat ucapan sang suami yang ingin menjodohkan anaknya. Bahkan Christine sedikit menjaga jarak dengan Alexander. Meskipun lelaki itu belum menyadarinya. " Chris, temani aku untuk beli perlengkapan bayi " ajak Caroline " Baiklah ayo " jawab Christine bersemangat    Dua perempuan cantik memasuki mall sambil bergandengan tangan. Menuju tempat perlengkapan bayi, mencari baju- baju bayi yang sangat lucu. Dan beberapa perlengkapan lainnya seperti box bayi, dan beberapa perlengkapan lainnya. Meskipun belum hamil, Christine terlihat sangat bersemangat memilih barang yang di butuhkan Caroline. " Carry, sebenarnya aku juga ingin hamil dan memberi kebahagiaan yang lengkap untuk Alexander " ucap Christine tiba-tiba membuka Caroline bingung " Apa maksudmu Chris?" tanya Caroline bingung " Sebenarnya aku belum memberikan hak seorang suami pada Alexander " jawab Christine lirih " Apa?" Pekik Caroline kaget " Yaa aku belum siap memberikan itu, apalagi kami menikah karena perjodohan. Sangat sulit bagi kami untuk membuka diri." Jelas Christine dengan sedikit gemetar " Sudahlah Chris, aku tau kalian sudah saling mencintai jadi tunggu apalagi. Mulai sekarang yakin kan hatimu jika kau benar-benar sudah membuka hati untuk suamiku yang hebat dalam segala hal itu " nasehat Caroline " Yaa kau benar Carry " setuju Christine lalu memeluk Caroline dengan erat *** Los angeles    Queenzie tengah menemui suaminya yang sedang sibuk dengan pekerjaannya. Terlahir dari keluarga pebisnis membuat keduanya mengerti segalanya tentang bisnis. Mengingat keduanya anak tunggal, dan akan menjadi pewaris tunggal untuk kekayaan berlimpah mereka kelak. " Queen apa kau ingin cepat memiliki anak?" tanya Maxie tiba-tiba " Jika kau masih belum mau membagiku aku tidak memaksa sayang. Lagipula kita masih terlalu muda untuk memiliki momongan " jelas Queenzie dengan hati-hati, agar suaminya tidak kepikiran meskipun sebenarnya dia ingin sekali memiliki anak seperti Shallya dan Joshua yang belum menikah " Terimakasih sudah memaklumi ku " ucap Maxie tulus lalu mencium bibir mungil istrinya dengan lembut dan pastinya akan berakhir di atas ranjang seperti biasanya    Pernikahan Queenzie dan Maxie yang sempat tidak mendapatkan izin dari orang tua Queenzie. Karena putri tunggal dan juga faktor usia yang masih sangat muda. Membuat orang tua Queenzie hkawatir dengan pernikahan putrinya.  Queenzie sangat manja pada orang tuanya. Meskipun saat di depan musuh sangat mematikan. Sedangkan orang tua Maxie setuju akan pernikahan muda putra tunggal mereka. Walaupun harus rela terpisah demi mendapatkan izin dari orang tua Queenzie. Yang mereka pikirkan hanyalah kebahagiaan putra semata wayang, yang harus selalu bahagia di manapun berada. *** Tokyo. Jepang    Pasangan kekasih yang sudah memiliki dua akal kembar, tampak menikmati peran mereka sebagai orang tua. Tapi rencana pernikahan yang mereka rancang dengan baik harus gagal, karena orang tua Shallya melarang mereka menikah dalam waktu dekat. Dengan alasan Shallya masih terlalu muda, dan tidak ingin tinggal jauh dari putri tunggal mereka. Padahal Joshua sudah tidak sabar untuk memiliki keluarga kecilnya, sejak kekasihnya itu hamil. Dulu pernikahan tidak di laksanakan karena orang tua Shallya, menyuruhnya untuk menunggu anak yang di kandung Shallya lahir. " Hai papa.. apa yang kau pikirkan?" tanya seorang wanita cantik yang sedang menggendong putranya " Aku tidak sabar ingin memiliki keluarga kecil dan hidup bahagia" jawab Joshua yang sedari tadi melamun " Aku sudah bicara pada Daddy, dia mengizinkan aku ikut denganmu pulang ke Italia, tapi untuk pernikahan masih belum boleh" tutur Shallya yang membuat mata Joshua berbinar " Benarkah?" cicit Joshua dengan girang " Ya, dan kapan kita bisa pergi dari sini? Aku sudah bosan menjadi tuan putri mafia. Aku ingin hidup normal bersamamu dan anak-anak kita" kata Shallya dengan senyum manisnya " Baiklah, lusa kita akan pulang ke Italia" tutur Joshua bersemangat    Sudah satu tahun lebih Joshua meninggalkan Italia dan menetap di Jepang. Demi bisa menjaga Shallya dan anak-anaknya, sejak Shallya hamil dia sudah memutuskan tidak akan tinggal jauh dari wanitanya. Meskipun mereka hidup tanpa ikatan suami istri, tapi kehidupan mereka selalu damai. Meskipun ingin sekali Joshua mengikat Shallya sebagai istrinya, tapi mau bagaimana lagi orang tua Shallya belum mengizinkan Putri semata wayang mereka berumah tangga, walaupun sudah memiliki anak.
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN