bab 14

1661 Kata
   Setelah memikirkan ucapan Caroline dengan keras akhirnya Christine, memutuskan akan memberikan hak Alexander seperti yang seharusnya. Tapi dia bingung pingin mengatakan itu pada Alexander. Sedangkan Alexander yang dari tadi menyantap makanannya merasa aneh pada istrinya yang tak kunjung menghabiskan makanannya. " Ada apa?" tanya Alexander lembut " Tidak, aku hanya bingung harus mengatakan apa " jawab Christine dengan wajah bingungnya " Maksudnya?" Alexander jadi ikut bingung dengan jawaban Christine yang tampak tidak fokus dengan yang di ucapkan " Ya aku bingung saja, aku ingin memberitahu suamiku jika aku sudah siap memberikan ha... ehem " Christine yang sadar dengan ucapannya langsung berdehem tidak melanjutkan kata-katanya, sedang Alexander sudah mengulum senyum melihat istrinya gugup, membuatnya ingin menggoda sang istri " Ingin memberikan ha apa?" selidik Alexander pura-pura curiga " Tidak ada. Aku sudah selesai makan, aku ke kamar dulu ya " Christine langsung meninggalkan Alexander, dia merasa malu sekarang    Senyum menawan Alexander berkembang melihat istrinya seperti itu. Apalagi dia tau maksud Christine yang ingin memberikan ha itu. Dengan segera dia menghabiskan makanannya, dan segera pergi ke kamar mencari Christine. Gadis itu sedang menelpon dengan seseorang, dan menghadap ke jendela meninggi Alexander. Beberapa detik kemudian Christine selesai menelpon, Alexander yang menyadari itu langsung memeluk Christine dari belakang. Membuat tubuh gadis itu menegang dan terlonjak kaget. " Ish kau mengagetkanku tau " kesal Christine berusaha tidak gugup " Maaf " satu kata yang sangat singkat keluar dari bibir Alexander    Christine membalikkan tubuhnya menatap Alexander, menatap suaminya dengan pasangan kesal. Tapi itu di hiraukan oleh sang suami, malah Alexander mencium bibir mungil Christine dengan panas. Cukup lama mereka berciuman, hingga Alexander merasa Christine kehabisan nafas dan melepas ciumannya. " Aku tak akan berhenti di tengah jalan, jadi sekarang masih ada waktu untuk kau melarang ku jika belum sepenuhnya siap " desis Alexander di telinga Christine    Gadis itu tak mengeluarkan sepatah katapun, malah mencium Alexander mesra sambil mengalungkan tangannya di leher kokoh suaminya. Mendapat lampu hijau Alexander langsung mengangkat tubuh Christine , menuju ranjang king size mereka yang akan menjadi. Saksi bisu penyatuan keduanya malam ini. Dengan perlahan Alexander merebahkan tubuh Christine, tanpa melepas pagutan bibir mereka. Satu persatu Alexander sudah mulai melepaskan kancing kemejanya, dan celana yang ia pakai hingga meninggal boxernya saja. Begitu juga dengan Christine yang sekarang hanya mengenakan bra dan celana dalam saja. Christine meneguk saliva_nya dengan susah payah, melihat tubuh kekar Alexander yang penuh dengan otot-otot, juga perut yang terlihat sangat sexy di sertai bentuk indah ABS_nya. "Suamiku benar-benar sempurna, bukan hanya otaknya tapi juga fisiknya. Astaga, aku tidak menyangka memiliki suami yang begitu sempurna" batin Christine mengagumi suaminya sendiri    Alexander kembali mencium bibir Christine yang terasa manis, turun ke leher dan meninggalkan beberapa bercak merah di sana. Membuat sang empu mengerang karena mendapat kenikmatan yang baru dia dapat, selama ini. " Apa kau benar-benar yakin?" tanya Alexander sekali lagi " Yahh aku yakin bahkan sangat yakin" jawab Christine dengan mengelus rahang kokoh Alexander    Mendengar jawaban sang istri, Alexander melanjutkan aktivitasnya menjamah setiap inci tubuh Christine, sampai tak terlewatkan sedikitpun. Lalu mulai mendengar teriakkan kecil dan isakan karena menahan rasa sakit, saat penyatuan mereka. Ini yang pertama bagi keduanya. Christine yang menahan sakit terus menggigit bibir bawahnya dan mencengkeram bahu Alexander dengan kencang, hingga kukunya melukai kulit itu. Karena Christine terisak Alexander kembali mencium bibir mungil istrinya, untuk mengalihkan rasa sakitnya. Hingga beberapa menit kemudian dia tak mendengar isakan Christine lagi, melainkan desahan dan erangan kenikmatan. Membuat Alexander semakin bersemangat memberikan kenikmatan dunia untuk sang istri.   ***    Christine mulai membuka matanya saat merasakan sinar matahari mengganggu tidurnya yang begitu nyenyak, saat berada dalam dekapan hangat Alexander. Dilihatnya sang suami yang masih terlelap, di alam mimpinya. Terlintas ide jahil di kepala Christine, dengan pelan dia membuka mata Alexander yang tertutup rapat. Lalu meniupnya dengan perlahan. Dan sukses membuat Alexander menggeliat karena tergantung. Christine yang menyadari itu langsung berpura-pura tidur kembali. " Hemm apa kau kira aku tidak tau apa yang kau lakukan nyonya nakal, akan ku balas Karena telah mengganggu tidur ku" batin Alexander dengan seringainya    Tanpa ba-bi-bu Alexander langsung menyambar bibi Christine, dengan ganas, hingga beberapa menit sang istri meronta karena mulai kehabisan nafas. Tapi dia hiraukan dan terus memagut bibir mungil Christine. Sedangkan Christine terus meronta, akhirnya bisa mendorong tubuh Alexander dengan keras dan berhasil melepaskan ciuman mereka. " Hah ha hah apa kau ingin membunuhku setelah mendapatkan hak mu, hah?" pekik Christine dengan nafas yang belum teratur, Alexander hanya terkikik geli melihat istrinya yang wajahnya memerah " Bukankah kau yang memulainya, jadi apa salahnya jika aku membalas, dan mengambil morning kiss ku?" jawab Alexander santai, tanpa dosa " Sudahlah aku mau mandi" kesal Christine langsung menyambar handuk dan melilitkan pada tubuh polosnya    Tapi baru menggeser tubuhnya sedikit saja terasa sangat ngilu di bagian sensitifnya. Membuat Christine meringis merasakan sakitnya. Mungkin efek dari semalam karena ia dan Alexander sudah melakukan hubungan itu. Sebenarnya ia juga masih belum percaya telah melakukan hal itu dengan suaminya. " Sssssthh " ringis Christine pelan, membuat Alexander khawatir " Apa sangat sakit?" tanya Alexander khawatir " Tidak terlalu, mungkin setelah mandi akan mereda " jawab Christine lembut kemudian beranjak dengan perlahan " Mandi bareng ya " pinta Alexander dengan wajah memelas yang di buat-buat " Tidak " tolak Christine dengan final, yang artinya menolak mentah-mentah ajakan Alexander    Mau bagaimana lagi, Alexander harus menahannya untuk pagi ini. Dia kembali mengingat kejadian semalam, saat dia dan Christine benar-benar melakukannya. Setelah satu tahun lebih, menahan hasrat dan nafsunya terhadap sang istri yang tak kunjung siap, memberikan haknya sebagai suami. ***    Harusnya hari ini Christine pergi ke rumah Caroline, untuk merencanakan suprise yang akan di adakan di mansion baru Joshua bersama Shallya. Tapi, karena selangkangannya masih terasa sangat sakit, dia harus mengurungkan niatnya itu. Yang dia bisa lakukan saat ini hanya memainkan ponselnya di ranjang king size. Sangat membosankan, selama ini Christine tidak pernah berdiam diri di kamar. Dan sekarang dengan sangat terpaksa dia harus mengurung diri, karena kegiatannya bersama Alexander semalam. Suara pintu kamar terbuka, membuat Christine menolehkan kepalanya cepet. Ternyata suaminyalah yang masuk, tidak seperti biasanya lelaki itu pulang di jam makan siang. " Hai nyonya nakal, bagaimana harimu?" tanya Alexander sambil menggoda istrinya yang tampak kesal " Puasa kau sekarang membuatku tak bisa berjalan, ish menyebalkan " dumel Christine, Alexander malah tertawa mendengar ocehan istrinya yang tampak semakin kesal " Hei, memangnya apa salahku? Aku hanya mengikuti instruksi darimu semalam, jika kau menyuruhku pelan maka aku akan pelan. Dan jika kau menyuruhku lebih cepat aku juga melakukannya. Jadi jangan menyalakan aku jika sekarang selangkanganmu sakit" jelas Alexander tanpa merasa bersalah sedikitpun    Christine yang semakin kesal langsung melempar Alexander dengan ponselnya. Lalu menarik selimut dan akan pergi tidur. Bukannya merasa kesakitan Alexander malah semakin tertawa melihat tingkah istrinya yang dulu sangat keras kepala ini. " Jika kau terus tertawa, jangan harap besok dapat jatah lagi. Aku pastikan kau tidak akan mendapatkan jatah selama sebulan " teriak Christine, di dalam selimut    Seketika tawa Alexander menghilang, saat mendengar teriakkan istrinya dari dalam selimut. Kakinya yang tadi melangkah menuju ruang ganti, kini berbalik menuju ranjang, dan menindih tubuh Christine di dalam selimut. " Kau tidak akan bisa membuatku berpuasa lagi meskipun sehari sayang, kau telah membuatku berpuasa selama setahun lebih " bidik Alexander, tepat di telinga Christine    Dengan cepat Alexander menarik selimut itu, lalu mencium bibir mungil Christine dengan penuh gairah. Membuat Christine terbawa suasana, akan ciuman itu. Bahkan tanpa di sadari keduanya sudah tak memakai sehelai benang pun. Christine baru sadar saat Alexander akan melakukan penyatuan pada tubuh mereka. " Ah Alexander aku masih merasa sakit " ucap Christine, dengan sedikit mengerang. Membuat Alexander tidak bisa menahannya lagi " Itu karena semalam masih yang pertama bagimu. Jadi kita harus sering melakukannya agar kau tidak merasakan sakit lagi" goda Alexander, lalu melanjutkan penyatuan tubuhnya dan Christine    Sekarang Christine hanya bisa pasrah dengan yang di lakukan suaminya. Apalagi saat mendapat hentakan-hentakan kecil di bawanya, membuat Christine semakin tidak bisa berkutik di bawah lingkungan sang suami. Yang terus menerus memberikan kenikmatan. Membuatnya hanya bisa mengerang dan mendesah nikmat, hingga mencapai kenikmatan masing-masing. " Alex aku lelah " keluh Christine saat suaminya akan melakukan lagi " Tapi aku belum puas dengan tubuhmu sayang. Kita lakukan sekali lagi, ya!" Ujar Alexander, yang langsung menyerang Christine tanpa menunggu jawaban    Christine kembali pasrah dengan apa yang dilakukan Alexander. Meskipun sudah merasa lelah, jika Alexander kembali menjamahnya dia tidak bisa menolak. Karena dia juga sangat menikmati yang di lakukan suaminya, pada tubuhnya.   Bab 15      Sudah dua hari Christine tak kunjung keluar rumah, itu di sebabkan suaminya yang tak henti-hentinya bermanja-manja. Sejak malam itu mereka melakukan hubungan suami istri, dan untuk yang pertama kali setelah setahun lebih menikah. Christine, Alexander, Caroline, Justin, Jade dan Lucas tengah menunggu kedatangan Joshua dan calon keluarga kecilnya. Semua sudah mereka siapkan saat Joshua mengatakan seminggu sebelum kembali ke Italia. Jadi mereka sudah menyiapkan dari tiga hari sebelumnya. Suara pintu utama di  buka, mereka segera bersembunyi. Saat Shallya sudah duduk di sofa bersama Joshua, semua langsung keluar dan mengucap selamat datang. " Astaga kalian, kenapa bisa?" tanya Joshua bingung, pasalnya dia melarang semua orang untuk masuk ke mansionnya. " Ya tentu kami bisa, memangnya apa yang tidak kami bisa?" jawab Justin mengejek " Dan ayo lihat kamar kalian juga si kembar " ajak Jade bersemangat    Joshua jadi was-was saat mereka pergi ke kamarnya dan si kembar. Dia sudah menyiapkan semuanya, jangan sampai semua yang telah di siapkan, malah di hancurkan oleh teman-temannya ini. " Tadaaa.." semua berteriak menunjukkan kamar Shallya dan Joshua    Kamar yang sangat mewah dan elegan, sangat cocok untuk keduanya. Apalagi Shallya putri dari seorang mafia, jadi wanita itu pasti sangat menyukai dekorasinya. Benar jika Shallya sangat suka, tap tidak untuk Joshua, yang tampak sangat kaget dengan kamarnya sangat berbeda dengan yang ia siapkan waktu itu. " Astaga, apa yang kalian lakukan pada kamar kami? Kalian bukan ca mengganti dekorasi yang aku buat tapi juga membongkar kamar ini. Lalu dimana box bayi untuk anak-anakku?" teriak Joshua dengan emosi yang memuncak. Dia tidak habis fikir pada teman-temannya juga teman-teman sang kekasih. " Kau tenang saja, aku dan Christine tak sebodoh itu, kamar ini kami sengaja bongkar karena di sana kamar anak-anak kalian. Jadi kalian bisa melakukan hubungan badan tanpa harus memikirkan anak-anak nanti. Dan jika anak   
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN