Sudah dua hari Christine tak kunjung keluar rumah, itu di sebabkan suaminya yang tak henti-hentinya bermanja-manja. Sejak malam itu mereka melakukan hubungan suami istri, dan untuk yang pertama kali setelah setahun lebih menikah. Christine, Alexander, Caroline, Justin, Jade dan Lucas tengah menunggu kedatangan Joshua dan calon keluarga kecilnya. Semua sudah mereka siapkan saat Joshua mengatakan seminggu sebelum kembali ke Italia. Jadi mereka sudah menyiapkan dari tiga hari sebelumnya. Suara pintu utama di buka, mereka segera bersembunyi. Saat Shallya sudah duduk di sofa bersama Joshua, semua langsung keluar dan mengucap selamat datang.
" Astaga kalian, kenapa bisa?" tanya Joshua bingung, pasalnya dia melarang semua orang untuk masuk ke mansionnya.
" Ya tentu kami bisa, memangnya apa yang tidak kami bisa?" jawab Justin mengejek
" Dan ayo lihat kamar kalian juga si kembar " ajak Jade bersemangat
Joshua jadi was-was saat mereka pergi ke kamarnya dan si kembar. Dia sudah menyiapkan semuanya, jangan sampai semua yang telah di siapkan, malah di hancurkan oleh teman-temannya ini.
" Tadaaa.." semua berteriak menunjukkan kamar Shallya dan Joshua
Kamar yang sangat mewah dan elegan, sangat cocok untuk keduanya. Apalagi Shallya putri dari seorang mafia, jadi wanita itu pasti sangat menyukai dekorasinya. Benar jika Shallya sangat suka, tap tidak untuk Joshua, yang tampak sangat kaget dengan kamarnya sangat berbeda dengan yang ia siapkan waktu itu.
" Astaga, apa yang kalian lakukan pada kamar kami? Kalian bukan ca mengganti dekorasi yang aku buat tapi juga membongkar kamar ini. Lalu dimana box bayi untuk anak-anakku?" teriak Joshua dengan emosi yang memuncak. Dia tidak habis fikir pada teman-temannya juga teman-teman sang kekasih.
" Kau tenang saja, aku dan Christine tak sebodoh itu, kamar ini kami sengaja bongkar karena di sana kamar anak-anak kalian. Jadi kalian bisa melakukan hubungan badan tanpa harus memikirkan anak-anak nanti. Dan jika anak-anak kalian bangun tinggal lari. Mudahkan!" jelas Alexander dengan santai
" Waahh. Kau memang tau yang terbaik, terimakasih dekorasinya aku jadi senang sekarang" ucap Joshua dengan senyum lebar
" Ish, dasar otak s**********n, saat Alexander mengatakan biasa berhubungan badan tanpa memikirkan apapun kau langsung senang begitu " hardik Justin yang membuat semua orang tertawa terbahak
" Ayo Shallya kita lihat kamar si kembar" ajak Christine
Kamar bayi yang sangat indah, juga sangat lengkap. Semuanya sudah ada dan tinggal memakai, ada dua box bayi di sana berwarna biru dan pink. Untuk bayi kembar laki-laki perempuan, anak Shallya.
" Kau suka?" tanya Caroline
" Tentu aku sangat suka, dengan semua yang kalian siapkan" jawab Shallya penuh semangat
Setelah melihat semua isi mansion yang telah di ubah sebagian besar oleh Alexander dan yang lain. Sekarang mereka memilih untuk duduk di ruang tamu sambil berbicara berbagai hal.
***
Dua insan yang tengah makan malam romantis di bawah sinar bulan yang indah. Sepulang dari kediaman Joshua Alexander sudah menyiapkan rencana date bersama sang istri. Entah kenapa sekarang ia ingin sekali makan malam romantis dengan istrinya, sebenarnya ia ada beberapa pekerjaan tapi keinginan untuk makan bersama dengan Christine membuat Alexander meninggalkan pekerjaannya.
" Wau, ternyata tuan es ini sangat romantis" puji Christine sambil melirik sang suami
" Tentu aku sangat romantis, apa kau kira aku tidak pernah menjalin hubungan, aku ini pandai menaklukkan hati wanita dengan sekali senyum saja" sombong Alexander dengan menatap Christine intens
" Hahaha aku tidak percaya itu" tawa Christine mengejek
Melihat istrinya yang terus tertawa, Alexander langsung berdiri dan mencium bibir mungil istrinya. Awalnya Christine sempat meronta, tapi pada akhirnya terbuai akan ciuman lembut Alexander.
" Bagaimana apa kau masih tidak percaya sayang? Jika tidak, bisa kita lanjutkan di ranjang, nanti" goda Alexander sambil mengedipkan matanya
" Ish, dasar CEO m***m" hardik Christine lalu beranjak meninggalkan Alexander
Ciuman Alexander sangat lembut, membuat Christine ingin lagi dan lagi. Apalagi bibir suaminya sangat dingin dan menggoda membuat Christine tak ingin melepaskan bibirnya dari bibir Alexander.
" Aku ingin melanjutkan yang tadi, apa kau yakin tidak ingin?" tanya Alexander yang sudah ada di sebelah Christine, membuat pipi wanita itu memerah padam karena malu
Tak ingin terpancing oleh suaminya, Christine tak menggubris perkataan Alexander dan terus berjalan menuju parkiran.
***
Hari ini Christine, Caroline dan Jade akan pergi ke mansion Shallya. Mereka akan belajar merawat bayi sebelum memiliki sendiri. Meskipun suami mereka akan menyiapkan baby sitter nantinya. Dari empat temannya hanya dirinya dan Queenzie yang belum hamil.
Jade dan Caroline tampak sangat asik bersama dengan Emilly, sedangkan Christine dan Shallya sibuk bermain dengan Edward saudara kembar Emilly. Mereka semua belajar memandikan dua Bali yang kini berusia tiga bulan. Memberikan makanan, dan memakaikan baju. Mungkin itu kegiatan yang paling mudah bagi wanita pada umumnya. Tapi ini sangat menakjubkan bagi Christine, karena selama ini belum pernah menyentuh bayi, apalagi memandikan seperti saat ini.
" Emm sepertinya aku ingin sesuatu, Christine bisa temani aku ke restoran, anakku ingin seafood " ajak Jade dengan mengelus perutnya yang sudah membesar
" Baiklah ayo, Edward aunty pergi sebentar ya" pamit Christine pada anak lelaki Shallya
Jade tiba-tiba ingin pergi ke restoran yang lumayan jauh dari kediaman Shallya. Padahal mereka melewati tiga restoran mewah. Mungkin ini bawaan dari kehamilannya. Dan mereka memasuki restoran yang ternyata ada di dekat kantor Alexander, Christine berniat untuk memesan makanan untuk suaminya karena ini sudah jam makan siang. Jade tidak mau makan di restoran itu, jadi di hanya membungkus, kemudian pergi dari sana. Saat akan pergi ke kantor Alexander untuk mengantarkan makanan, Christine melihat sosok lelaki yang sangat ia kenal tengah berpelukan dengan seorang wanita cantik di sebrang.
" Astaga, Chris apa yang kau lihat sekarang ini. Apa mungkin dia menghianatimu? Siapa wanita cantik yang sedang dia peluk saat ini? Mereka tampak sangat akrab. Alexander siapa dia ?" Christine terus menatap adegan pelukan itu, tanpa sadar air matanya menetes dengan sendirinya
" Chris ayo, aku sudah selesai" ajak Jade yang baru keluar dari restoran
" Em, ya ayo " jawab Christine sambil buru-buru menghapus air matanya cepat
" Hei Chris apa kau menangis?" Jade jadi hkawatir
" Tidak tadi aku kepikiran, karena mobil yang barusan lewat dengan mengebut" jawab Christine bohong
Mereka langsung kembali ke mansion Shallya, untung saja tadi Christine tidak memberi tahu Jade jika makanan yang dia beli untuk Alexander. Karena dia tidak jadi pergi ke kantor suaminya.
***
Perasaan Christine jadi tidak tenang, karena Alexander tak kunjung pulang. Padahal biasanya sudah pulang, dan makan malam bersama dengan dirinya. Perasaan Christine jadi tidak tenang saat mengingat kejadian tadi siang. Mungkinkah suaminya selingkuh, tapi itu tidak mungkin. Christine bukan tipikal orang yang akan diam dengan rasa ingin tuanya. Dia akan langsung mencari tahu sendiri informasi yang ingin dia ketahui. Seperti sekarang dia sudah siap untuk pergi mencari keberadaan suaminya. Dengan kecepatan penuh mobil sport hitamnya membelah jalan. Dan berhenti di salah satu mall, yang di beritahukan dari anak buahnya tadi. Sebelum dia pergi meninggalkan rumah. Christine langsung masuk mencari keberadaan Alexander dan wanita cantik yang tadi di lihatnya. Tapi langkahnya harus terhenti saat melihat Alexander dan wanita itu berada tepat di depannya. Wanita itu menggandeng tangan suaminya dengan manja, sedangkan Alexander sibuk dengan belanjaan yang begitu banyak di tangan kanannya.
" Chris--" sebelum ucapannya selesai Christine langsung memotongnya dulu
" Wah dia cantik, siapa wanita cantik ini? Apa calon istrimu, kau pintar memilih pasangan hidup " potong Christine cepet, dengan suara yang sedikit bergetar
" Chris, aku bisa jelaskan, dia--" lagi-lagi Alexander tidak bisa menyelesaikan kata-katanya
" Cukup. Cukup Alexander aku muak denganmu. Apa yang akan kau jelaskan? Aku sudah tau semuanya, aku sudah melihatmu berpelukan dengan dia di depan restoran dekat kantormu tadi siang, dan sekarang aku melihatmu lagi bersama dia di sini, jalan-jalan, belanja dengan bergandengan tangan. Bahkan kita tidak pernah melakukan hal ini. Ceraikan aku" murka Christine, dia langsung berlari meninggalkan Alexander dan perempuan itu
Christine tidak peduli dengan panggilan Alexander, suara lelaki itu sangat menakutkan saat ini. Tapi Christine tak peduli dan terus berlari, tanpa melihat kiri kanan dia langsung menyebrang. Tanya sadar ada mobil melaju dengan kecepatan ke arahnya, Alexander yang melihat itu langsung mempercepat larinya, dan langsung mendorong tubuh Christine.
Brakkk
Suara tabrakan yang begitu keras, membuat semua orang menoleh ke sumber suara. Christine yang menyadari itu langsung melihat orang yang menyelamatkannya. Matanya melebar saat melihat Alexander terkapar di tengah jalan dengan begitu banyak darah keluar dari kepalanya. Christine segera menghampiri suaminya dan memangku kepala Alexander. Dengan menangis tersedu-sedu, karena Alexander tidak sadarkan diri.
" Al alex Alexander bangun, Alex buka matamu aku mohon jangan membuatku takut hiks hiks Alexander bangun.." jerit Christine
Alexander sedang di tangani oleh beberapa dokter di ruang ICU. Semua keluarga dan wanita yang tadi bersama Alexander menunggu di luar. Tapi tidak dengan Christine, wanita keras kepala itu, sedang menangis di kamarnya. Dia tidak ingin tau dengan kondisi Alexander, hatinya masih sakit karena melihat kelakuan suaminya tadi. Meskipun ada sedikit rasa bersalah dan sangat sedih melihat Alexander terkapar tak sadarkan diri seperti tadi. Egonya terlalu besar untuk melihat Alexander.
Semua orang berusaha menghubungi Christine, dan mencoba menjelaskan sebenarnya yang terjadi. Antara hubungan Alexander dan wanita yang dua kali di lihatnya bersama sang suami. Tapi tetap nihil, mengingat wanita itu sangat keras kepala. Selama ini hanya Alexander yang bisa menaklukkannya. Tapi lelaki itu sedang tak sadarkan diri, akibat kecelakaan yang terjadi dua hari yang lalu.
***
Sudah empat hari Alexander tak sadarkan diri, karena benturan keras di kepalanya. Saat kecelakaan malam itu. Tapi Christine tetap tak kunjung datang untuk menjenguk. Padahal semua sudah membujuk wanita itu, dengan berbagai macam cara.
" Chris apa kau tetap bersikeras tak ingin melihat suamimu?" tanya Caroline memastikan
" Aku sudah mengatakan seribu kali, apa masih belum jelas?" sungut Christine
" Chris bisakah kau kurangi sikap keras kepalamu itu?" bujuk Jade
" Aku tidak ingin pergi ke sana, sudahlah jangan memaksa lagi aku lelah, aku ingin tidur" Christine langsung pergi meninggalkan Caroline dan Jade setelah mengatakan itu
Dua wanita itu memilih pergi ke rumah sakit, memberi tau yang lain jika mereka juga tidak bisa membujuk teman keras kepalanya. Semua sudah putus asa membujuk Christine yang tetap bersikeras tidak mau melihat Alexander.
" Biar aku yang membujuknya" ucap seorang wanita yang baru memasuki ruangan Alexander
" Oh jadi dia yang menggoda Alexander, beraninya kau datang kemari" marah Shallya yang hampir menampar wanita itu jika Joshua tidak menahannya
" Lepaskan tanganku josh " pekik Shallya
" Peri dan jangan mengganggu rumah tangga teman kami atau aku seret dengan tidak terhormat " geram Caroline
" Sayang jaga ucapanmu " Justin menarik istrinya yang mendekati wanita itu
" Dia itu harus di beri pelajaran" marah Caroline
" Dia adik sepupu Alexander, kalian semua salah paham" suara tenang Lucas membuat dua wanita yang ingin menghajar sepupu Alexander langsung melongo
" Ya, aku sepupu Alexander, aku baru kembali dari Australia. Aku ke Italia untuk pekerjaan penting oleh karena itu tidak bisa membantu kalian menjelaskan semua yang terjadi pada Christine" jelas wanita itu dengan merasa bersalah
***
Setelah mendengar penjelasan dari dari Claudia, sepupu Alexander. Christine langsung pergi ke rumah sakit, dan menangis semakin jadi di sebelah sang suami. Christine terus menggenggam tangan Alexander sambil menangis.
" Alexander hiks hiks bangun Alex maafkan aku hiks Alex hiks hiks aku akan lakukan apa saja jika kau bangun aku janji hiks hiks Alex" Isak Christine semakin jadi saat Alexander tak kunjung bangun
Sudah dua jam dia menangis di sebuah sang suami yang terbaring koma selama empat hari. Rasanya sangat sesak, melihat orang yang di cintai terbaring tak berdaya seperti ini. Tapi ketika Christine menunjukkan kepalanya, dan mencium tangan Alexandre. Terasa tangan itu bergerak-gerak, Christine segera memanggil dokter untuk memeriksa suaminya. Saat Christine akan keluar, Alexander memegang tangan Christine dengan erat seolah tak mau berpisah lagi. Jadi Christine tetap berada di samping Alexander, saat pemeriksaan.
" Alex hiks hiks maaf hiks kan aku" Isak Christine sambil menatap suaminya dengan merasa bersalah
" Ini bukan salahmu sayang, ini salahku yang tidak memberi tau padamu terlebih dahulu. Maafkan aku" ucap Alexander sambil menghapus air mata Christine yang terus berjatuhan
" Ini karena sikapku yang terlalu keras kepala. Harusnya aku mendengar penjelasan darimu dulu " sesal Christine
" Sudahlah, em aku tadi mengingat sesuatu sebelum bangun. Kau akan melakukan apa saja jika aku bangun aku akan menagih itu saat sudah sembuh nanti " tutur Alexander dengan seringai yang menghiasi wajah pucatnya
Christine yang menyadari ucapan sang suami hanya tersenyum kikuk. Dan wajahnya mulai memerah padam. Padahal lelaki di depannya ini baru terbangun dari tidur lamanya, bahkan kondisinya juga baru melewati masa kritis. Tapi lihat sekarang sudah mengeluarkan seringai di wajahnya yang tampan.
" Sudah tidurlah, kau harus banyak istirahat " kata Christine perhatian
" Aku sudah tidur selama empat hari, dan aku sangat merindukan istriku yang cantik ini, juga mendengar suara merdunya itu, tapi aku lebih suka suaranya saat dia berada di bawahku sambil mendesah " tutur Alexander sambil mengedipkan sebelah matanya pada Christine yang wajahnya semakin merah, seperti kepiting rebus
" Astaga kau ini. Ternyata kau sama seperti Joshua. Otak s**********n, baru sadar sudah bicara yang tidak-tidak, menyebalkan. Tidur atau aku tinggal " kesal Christine, Alexander seketika terdiam dan memilah untuk tidur daripada di tinggal istrinya yang baru hari ini datang menjenguknya.
Sekarang Christine benar-benar tidak habis pikir dengan Alexander, bisa-bisanya lelaki es_nya ini menjadi semesum Joshua. Dimana Alexander yang dingin itu. Kenapa sekarang jadi Alexander yang m***m, dan menyebalkan.