bab 11

1384 Kata
   Sudah dua bulan lebih saat kejadian Christine dan teman-temannya mencoba untuk menangkap orang yang mencoba mencelakai keluarganya. Meskipun rumah tangganya dengan Alexander, masih belum dikatakan seperti pasangan suami istri pada umumnya. Tapi sudah ada sedikit kemajuan pada hubungan mereka. Bahkan mereka sering makan malam di luar bersama, kadang juga liburan saat Alexander cuti dari kerajaannya.    Dan sejak pertemuan teman-temannya dan teman-teman suaminya, ternyata mereka menjadi dekat. Caroline dan Justin, Joshua dan Shallya, Jade dan Lucas juga Queenzie dan Maxie. Kebetulan malam ini ada acara perusahaan jadi mereka bisa bertemu. Christine sudah mengenakan gaun pestanya favoritnya. " Apa kau akan memakai gaun itu?" tanya Alexander dingin " Tentu ini gaun favorit milikku" " Ganti dengan ini, aku benci gaun sialan itu" ucap Alexander sambil melempar tas kertas pada istrinya " Aku ingin memakai ini Alex" rengek Christine " Gaun itu terlalu mengekspos bagian bahu dan d**a mu, dan lagi kau tidak menggunakan bra. Itu akan membuat orang di luar sana menatapmu dengan pandangan m***m. Capat ganti atau aku tinggal nanti"    Jadi, dengan terpaksa Christine mengganti gaunnya, dengan gaun yang di belikan Alexander.Christine yang sedang memasang resleting pada gaunnya, tangannya tidak cukup panjang untuk menarik resleting itu sendiri. Namun ada tangan yang membantu menarik resleting itu, dan itu sungguh membuatnya sangat kaget juga gugup. " Kenapa tidak meminta bantuan jika kesulitan?" Tanya sang pemilik tangan yang masih memegang punggungnya " A aku takut kau sibuk" jawab Christine bohong " Sudah ayo mungkin acaranya akan di mulai 30 menit lagi" ajak Alexander sambil menuntun tangannya, yang sukses membuat gadis itu semakin gugup    Di tempat pesta Queenzie dan Shallya terus mengobrol dengan rekan-rekan ayah mereka. Dua gadis cantik itu tampak sangat elegan dan cantik. Semua tamu sangat terpesona dengan kecantikan dua gadis keturunan mafia itu. Semua orang yang baru melihat mereka pasti,akan berfikir mereka anak manis dan manja. Tapi setelah tau jika mereka anak mafia besar di negaranya pasti akan takut meskipun di beri senyum manis. " Astaga lihat dua mafia kecil itu, pakaian mereka seperti kekurangan bahan saja" gerutu Alexander pada Christine " Itu sexy, seharusnya aku tetap memakai gaun yang tadi agar tidak kalah sexy" ucap Christine sambil menatap dua sahabatnya itu " Hai Chris hai Alexander" sapa seorang gadis tinggi dengan senyum manisnya " Menurut kalian bagaimana gaun ku?" tanya Caroline bersemangat " Menjijikan" " Perfect"    Jawaban Christine membuat Caroline senang tapi tidak dengan jawaban suami temannya ini. Alexander memang selalu bisa membuat orang menjadi bad mood dalam waktu yang singkat. " Christine tumben gaun yang kau pakai dress yang bisa kau pakai untuk bertemu mertua?" tanya Caroline " Kau tau suamiku yang melarang ku menggunakan gaun pesta yang sering kita pakai" jawab Christine sedikit kesal " Hai Chris hai carry" sapa Jade " Hai" sapa dua gadis itu bersamaan    Jade selalu berada dari teman-temannya. Meskipun pakaiannya sexy tapi tidak akan terawang seperti yang di kenakan Caroline saat ini. Karena dia sedikit tomboi dan lebih suka yang simpel. Seperti hubungannya dengan Lucas, jika benar-benar merasa cocok mereka langsung mempersiapkan pernikahan. Padahal baru dua bulan saling mengenal, dan minggu depan akan menikah.    Queenzie dan Shallya berjalan ke arah teman-temannya, yang sejak tadi datang. Mereka tampak anggun dan sexy. Senyum manis mereka terus di tebar membuat orang tidak bisa memalingkan wajah mereka.    Dua lelaki yang melihat mereka tampak memberikan senyum, tapi senyum mereka berbeda. Joshua tersenyum dengan sedikit seringai di wajahnya. Sedangkan Maxie tersenyum dengan sedikit hawa marah dari wajah imutnya. " Hai sayang.. kamu perfect malam ini" puji Joshua sambil memeluk kekasihnya " Thanks baby" jawab Shallya " Gaunnya kekurangan bahan? Apa kau hanya memiliki gaun itu?" tanya Maxie dengan sedikit melotot sedangkan Queenzie hanya terkekeh " Kami terbiasa memakai gaun seperti ini sayang" jawab Queenzie sambil mengelus lengan Maxie lembut " Tapi Christine dan Jade tidak" balas Maxie " Jade memang tak pernah mau memakai gaun seperti ini dia suka yang simpel. Dan untuk Christine pasti dia di larang oleh suaminya" jawab Queenzie santai " Kalau begitu seminggu lagi kita menikah" ucap Maxie santai " Hei bung minggu depan pernikahanku dan Jade, apa kau tidak bisa mencari waktu lain?" Sergah Lucas tak terima " Kalau begitu dua minggu lagi aku dan Queenzie akan menikah" jawab Maxie tak mau kalah    Semua orang tampak terkejut, takjub dan heran pada Maxie. Tak seperti biasanya lelaki pemalu dan tidak banyak bicara itu menjadi sangat cerewet. Padahal Maxie sering gonta-ganti pacar seperti Joshua, dan mereka tidak pernah serius. Tapi sekarang malah ingin menikah secepat itu. Di usianya yang masih sangat muda 22 tahun. ***    Shallya tengah duduk di balkon kamar Joshua. Sebenarnya sang ibu melarang puri semata wayang mereka jauh. Tapi Shallya terus memaksa dan akan kembali ke Jepang secepatnya. Bagaimana bisa pergi jika dirinya tengah menjalan hubungan dengan Joshua, Shallya masih ingin menghabiskan waktu bersama pacarnya. Image   " Udaranya semakin dingin ayo masuk" ajak Joshua lembut " Aku ingin ganti baju dulu" ujar Shallya, lalu pergi ke kamar mandi sambil membawa baju ganti    Sudah beberapa menit di dalam kamar mandi Shallya pun keluar, dan langsung menaiki ranjang lalu memeluk tubuh kekar kekasih tercintanya. Mendapat perlakuan seperti itu Joshua langsung membalas pelukan Shallya. Lalu mencium bibir mungil gadisnya dengan lembut dan penuh gairah. Membuat Shallya terbuai dan membiarkan Joshua yang semakin panas menciumi bibir, turun ke leher jenjangnya lalu semakin turun hingga dadanya. Perlahan tangan nakal Joshua memberikan kami gaun tidurnya lalu bra dan celana dalamnya, hingga tubuhnya full naked. " Joshhh kau curang sekali, aku sudah tidak mengenakan sehelai benang pun, tapi lihat dirimu. Kau masih menggunakan pakaian lengkap" protes Shallya, membuat Joshua terkekeh " Baiklah kalau begitu bukakan bajuku seperti yang ku lakukan tadi baby" suruh Joshua dengan seringai kemenangan    Setelah mereka benar-benar naked, Joshua melanjutkan aktivitasnya yang sempat terhenti. Kembali menciumi tubuh halus Shallya tanpa terlewatkan sedikit pun. Setelah puas dengan bagian luar tubuh kekasihnya Joshua melanjutkan. " Apa aku boleh miliki mu seutuhnya malam ini dan seterusnya?" tanya Joshua seduktif " Yahh tentu " " Aku akan bertanggung jawab jika benihku tumbuh di dalam sini nanti, baby" batin Joshua    Ia sudah mencintai seorang mafia, mungkin akan ada begitu banyak rintangan untuk bersatu dengan Shallya nanti. Tapi Joshua tak mau ambil pusing dan akan berjuang keras untuk mendapatkan cintanya. ***    Sinar matahari hari yang memaksa masuk tanpa izin menembus gorden, membuat tidur pulas Shallya dan Joshua tergantung. Dengan terpaksa mereka membuka mata dengan malas. Pemandangan pertama yang membuat senyum Joshua dan Shallya mengembang adalah wajah orang yang mereka cintai. Cup cup cup cup    Ciuman bertubi-tubi di pagi hari membuat Shallya gali. Lelaki di depannya ini sangat lucu dan menggemaskan. Membuatnya selalu tersenyum lembut saat bertemu tatapan matanya yang lembut " Apa ya semalam masih kurang, sampai-sampai menciumiku seperti itu?" tanya Shallya berpura-pura marah " Hehe.. morning kiss" jawab Joshua cengengesan " Sudahlah aku mau mandi dulu" ujar Shallya " Mandi bersama ya!" pinta Joshua " Tidak" jawab Shallya tegas    Selama kekasihnya mandi Joshua memesan sarapan untuknya dan Shallya. Lalu menyiapkan baju untuk gadis ya di cintainya itu. Baru kali ini Joshua merasa benar-benar menemukan pujaan hatinya. Setelah benar-benar memiliki Shallya karena kejadian semalam membuat Joshua semakin wanitanya. Ia juga tak akan bisa terpisahkan lagi dengan Shallya apalagi semalam ia juga sudah menam benih yang mungkin akan segera tumbuh. Dan itu sangat ia harapkan agar mudah untuk mendapatkan restu untuk menikahi wanita yang dicintainya. ***    Di los angeles pasangan kekasih tengah menikmati suasana pagi hari dengan joging bersama. Sesekali mereka tertawa bersama, karena candaan yang dibuat dengan bergantian. Pasangan itu Queenzie dan Maxie, lelaki itu sengaja ikut ke los angeles tempat kekasihnya tinggal. Guna untuk meminta restu dari orang tua kekasih tercintanya. Padahal dia belum memberi tau kedua orang tuanya. Dia pikir mendapatkan restu dari orang tua Queenzie harus di dapatkan dulu. Karena itu akan melegakan hatinya nanti, jika orang tuanya selalu setuju dengan ya ia lakukan. Jadi tidak perlu terlalu di hawatirkan. " Apa kau yakin Ingin menikah dua Minggu lagi?" tanya Queenzie memastikan " Sangat yakin" ucap Maxie dengan mantap " Aku setuju-setuju saja, cuma kau harus bekerja keras untuk mendapatkan izin dari dad dan mom" jelas Queenzie " Aku akan lakukan apapun untuk dirimu sayang, tenanglah" ujar Maxie sambil mengelus puncak kepala kekasihnya lembut    Senyum manis terukir di wajah rupawan mereka berdua. Memberitahu bahwa mereka sama-sama bahagia dengan hubungan yang baru terjalin dua Minggu itu. Tapi mungkinkah jika seorang Queenzie akan di ijinkan untuk menikah di usia yang sangat mudah. Apalagi putri tunggal yang selalu di perlakukan layaknya tuan putri, membuat Queenzie sedikit was-was jika tidak akan mendapatkan persetujuan. Belum lagi dengan statusnya yang seorang putri dari mafia, pasti ayahnya akan sangat menyusahkan Maxie nantinya.  
Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN