12. Do You Still Love Her?

1398 Kata

"Aaaaaa Gestazh!" Kuhampiri tubuhnya yang terkapar lunglai di lantai. Wajahnya pucat. Ini akibatnya jika kekurangan tidur dan lupa makan? Bandel kan. "Gestazh! Bangunlah, Gestazh!" "Euuunggh...," lenguhnya panjang. Rupanya dia masih sadarkan diri. Tapi dia lemas. "Kau kenapa sih? Ini nih! Makanya aku selalu ingatkan untuk makan, tapi kau selalu bilang nanti, nanti, dan nanti sampai lupa. Belum lagi kau kurang tidur. Setiap malam kau memandangi Rezka tanpa kedip, seperti tak ada hari esok saja." Dia tak merespon ucapanku. Aku maklumi karena dia masih lemas dengan mata yang masih terpejam. Aku membantu dia untuk bangkit dan membawanya ke sofa dekat sini untuk berbaring. "Sudah tidur saja," kilahku ketika dia hendak bangkit dari tidurnya. Dia memejamkan matanya rapat-rapat. Aku jadi

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN