"AAAAAAA!!!" "Hei hei?! Kau kenap__." "AAAAA AKU TAKUT! JANGAN MENDEKAT!" Aku meronta-ronta agar cengkramannya di bahuku terlepas. "Kau kenapa?! Lihat sini!" Dia membalikkan tubuhku ke arahnya. "AAAA MENJAUH!" "Hei dengarkan aku! Aku Gestazh!" Gestazh? Benarkah? Aku buka kedua tanganku yang sebelumnya menutupi wajahku. Perlahan kubuka mataku dengan hati-hati. Dan, benar saja! Ini Gestazh. Aku menoleh ke kanan dan ke kiri. Dimana hantu itu? "Kau kenapa sih?" "Aku ... aku ... heumm ... aku tidak ... oh Gestazh, kenapa kau ada di sini? Bukannya tadi kau__." "Dimarahi?" tanyanya memotong ucapanku. "Sudah puas? Ibuku menjewerku dan seorang Audi malah menertawaiku tadi. Jahat sekali. Dan aku ke sini karena teriakanmu," ujarnya menjelaskan. "Lalu Rezka mana?" "Dia main di taman

