"Apa kamu bercanda?" Kristian menunjukkan raut tidak percayanya. Sampai detik ini dia masih berharap semoga saja pendengarannya bermasalah. Semoga saja. Shivani mengerutkan kening. "Kenapa ekspresimu begitu?" Shivani menunjukkan tampang bod-oh atas reaksi yang Kristian tunjukkan. "Memangnya aku salah bicara? Tidak bukan?" Shivani yakin kalau dia tidak salah bicara. Terlebih, dia hanya bertanya, apa hubungan antara Dilara dan Leo. Memang salahnya dimana, coba? "Tentu saja. Sudah jelas kamu salah bicara." Kristian melonggarkan jam tangan yang terasa begitu ketat pada pergelangan tangannya. Dan sekarang setelah dia membenarkannya, pergelangan tangannya terasa lebih nyaman. "Di bagian mana aku sudah salah bicara?" Shivani tidak mengerti di bagian mana dia salah bicara. Rasanya, semua biasa

