Malam harinya. Club malam. "Aku tidak tau apa yang sebenarnya kamu pikirkan! Tapi apapun itu, aku tidak peduli." Shivani melipat tangannya di da-da. Raut wajahnya seolah di lingkupi amarah yang belum terlampiaskan. Dia masih menahan segala rasa di dalam hati meski itu menyebabkan dirinya hampir meledak. "Dari awal kamu juga sudah tau kalau aku ini seorang kapitalis. Aku mencintai uang dan aku melakukan apapun untuk mendapatkannya." Kristian menatap sosok cantik di depannya tanpa kedip. Shivani memang cukup mencolok, itu pula yang membuat keberadaannya cukup menarik perhatian. Dan dia adalah salah satu orang yang tertarik dengan keberadaan gadis itu. "Dengan menipuku?" Shivani tidak habis pikir. Bagaimana ada manusia yang memiliki visi dan misi aneh seperti Kristian? Dan bagaimana bisa

