"Kami akan makan siang di luar." Leo keluar dari ruangannya sembari menggandeng tangan Dilara. Tidak! Dilara yang menggandeng tangannya. Gadis itu bilang, sangat merindukan dirinya. Itu sebabnya, gadis itu bergelayut layaknya gurita yang terus menempel padanya. Shivani yang sedang sibuk mengetik, terkejut. Dia segera bangun dari duduknya, lalu membungkukkan badannya. "Baik." Bola matanya menangkap tangan Dilara dan tangan Leo yang saling terjalin. Membuat dia menyadari, betapa berdosanya dia karena sudah melakukan hal tidak pantas dengan Leo kemarin malam. Shivani sangat menyesal. Sungguh. Selain tampak serasi dan harmonis, Shivani yakin kalau Dilara dan Leo akan memiliki rumah tangga yang damai, sejahtera dan makmur setelah menikah. Semoga saja karena itu juga yang dia harapkan. Leo

