Sepuluh Menit Kemudian. Selesai dengan satu dokumen yang tadi di pegangnya, Leo bangkit dari duduknya dan menghampiri Dilara yang sedang sibuk bermain hp. "Apa yang sedang kamu lakukan, hm?" Leo mendudukkan diri di atas sofa di samping Dilara. Tatapannya menatap adik kesayangannya lekat penuh selidik. Kalau di lihat, wajah Dilara sangat mirip dengan Papa sementara wajahnya sangat mirip dengan Mama. Namun, karakter Dilara justru lebih mirip dengan Mama yang emosional, sedangkan karakternya lebih mirip dengan Papa yang santai, penyabar dan bijaksana. Karakter dirinya dan Dilara jelas berbanding terbalik. Itu pula yang membuat dirinya sering mengalah dalam berbagai hal. "Bertukar pesan dengan Mama." Dilara menyimpan hpnya kembali. "Apa kamu sudah selesai?" Dia menoleh ke arah Leo yang suda

