Bagian 22

1397 Kata

Jaehwa menghembuskan napas dengan keras, membuat asap rokok keluar dari rongga hidungnya dengan cepat. Setelah meninggalkan ruang paling mewah di hotel itu, Jaehwa memutuskan untuk mendinginkan kepalanya dengan duduk di bangku depan hotel. Tidak, ia tidak akan kabur dan membuat segalanya menjadi lebih kacau. Ia belum separah itu. Lalu saat ia sedang menguraikan pikirannya yang seperti benang kusut, kebetulan salah seorang pelayan hotel lewat dan ia mendapat sebatang rokok dengan mudah. Jaehwa merutuki dirinya sendiri. Harusnya ia tidak terpancing oleh omongan William dan membuat semuanya makin keruh. William sialan! Jaehwa menginjak putung rokoknya tepat saat Alenia dan yang lain keluar. Gadis itu menatap Jaehwa serba salah sebelum mengalihkan pandangannya. Sebuah mini van menghamp

Bacaan gratis untuk pengguna baru
Pindai untuk mengunduh app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Penulis
  • chap_listDaftar Isi
  • likeTAMBAHKAN