William menghentikannya saat bibirnya meresapi liquid yang sedikit asin dan ia tau Alenia menangis. Lelaki itu melepas pagutannya dan menangkup wajah Alenia dengan kedua telapak tangannya, menatap lekat wajah yang sekarang menangis. "Alenia-" "Saya rasa anda bisa mengobati luka memar anda sendiri," potong gadis itu, tersendat. Ia lalu membawa baskom dan kotak P3K untuk menemui Jaehwa, yang rupanya sudah ada di kamarnya sendiri. "Jaehwa oppa?" Ia mengetuk pintu itu dan tak mendapati ada sahutan. "Oppa?" Masih tak ada sahutan. Alenia mengusap air matanya dan membuka pintu kamar Jaehwa. Lelaki itu tengah tiduran di kasurnya, tidak benar-benar terlelap. Gadis itu mendekat dan menaruh baskom serta kotak P3K di meja nakas lalu duduk di tepi kasur, tepat di sebelah Jaehwa. "Oppa?" Jaehwa me

